Dari Pop-Punk Ikonik hingga Post-Hardcore Agresif: Saemen Fest 2025 Siap Guncang Mandala Krida

BERITANET.ID – Setelah penantian panjang, Saemen Fest 2025 akhirnya merilis full line up yang menjanjikan perpaduan genre dan generasi yang eksplosif.

Melalui konferensi pers yang diadakan di Warung Maknani, Ling-Lung Institute of Beings (LIB) Yogyakarta, pada Selasa (28/10), festival garapan Hectic Creative ini menegaskan komitmennya untuk menghadirkan “Distorsi dalam Harmoni” di Lapangan Parkir Stadion Mandala Krida pada 14 Desember 2025.

Perhelatan akbar ini menampilkan dua panggung utama, Echo Stage dan Imba Space (kolaborasi dengan Simak Siar), yang menjanjikan pengalaman audio terbaik dengan total delapan penampil utama.

Hindia & Feast: Kekuatan Lirik dan Basis Penggemar

Daftar penampil tahun ini didominasi oleh musisi yang memiliki basis penggemar militan. Hindia dan Feast diumumkan sebagai penampil utama. Daniel Baskara Putra, vokalis di kedua band tersebut, dikenal luas di kalangan generasi muda karena lirik-liriknya yang kuat, reflektif, dan kritis. Kehadiran mereka dipastikan akan menjadi magnet utama untuk menarik massa.

Sementara itu, band pop-punk ikonik Vierratale menjadi “penyeimbang” dan “pemanis” dari line up yang didominasi nuansa rock alternatif dan post-hardcore. Kehadiran mereka menjamin adanya variasi mood dan nostalgia di tengah gempuran riff yang berat.

Duet Lokal-Ibu Kota: The Kick dan Morfem

Saemen Fest tahun ini sangat menonjolkan kolaborasi antar-musisi. Salah satu duet yang paling diantisipasi adalah antara band heavy asal Kotagede, The Kick, dan band alternatif asal Jakarta, Morfem, yang digawangi oleh Jimi Multhazam dan Pandu Fuzztoni.

Jiwe, salah satu perwakilan dari The Kick, mengungkapkan betapa pentingnya kolaborasi ini bagi pergerakan musik lokal.

“Duet dengan Morfem adalah kesempatan luar biasa. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan The Kick dan memperkuat eksistensi musik lokal Kotagede. Kami ingin menunjukkan bahwa skena Yogyakarta memiliki energi dan kualitas yang bisa disejajarkan dengan band-band ibu kota,” ungkap Jiwe dengan penuh semangat, menekankan dampak positif sinergi ini.

Selain itu, band 510, yang dikenal dengan gaya musik agresif yang memadukan elemen post-hardcore dan rock alternatif, juga dipastikan tampil. Mereka dikenal memiliki penampilan live yang memukau dan energik.

Panggung Imba Space: Wadah Talenta Baru

Festival Director Gerfian Riandra menggarisbawahi pentingnya Imba Space sebagai kolaborasi dengan Simak Siar.

“Tahun ini, Saemen Fest akan menghadirkan dua panggung utama, yakni Echo Stage yang besar, dan Imba Space. Imba Space akan menjadi ruang diskusi dan pertunjukan bagi musisi lokal bertalenta yang ingin mencari panggung dan basis massa yang lebih luas. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan Saemen Fest menjadi ruang temu musisi lintas generasi, bukan hanya yang sudah mapan,” tutur Gerfian.

Pelibatan tokoh kreatif seperti Sirin Farid Stevy dalam peluncuran official merchandise juga menjadi indikasi bahwa Saemen Fest berupaya menggabungkan berbagai elemen kreatif.

Dengan kombinasi band legendaris yang bereinkarnasi, kekuatan indie arus utama, dan rock lokal yang agresif, Saemen Fest 2025 siap menjadi perayaan akhir tahun yang tak terlupakan, menegaskan Yogyakarta sebagai salah satu melting pot energi kreatif terbesar di Indonesia.