Dua Hari, Tim PKM Universitas Madani Gelar Pelatihan Kesehatan Komplementer MECAR di Piyungan

BERITANET.ID – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Madani menggelar Pelatihan Layanan Kesehatan Komplementer MECAR bagi kader Posyandu Lansia Kuncup Mekar Purno Taruno.

Kegiatan penguatan kapasitas ini dilangsungkan di Kedai Sawah Kembangsari dan PMB Sri Martuti, Dusun Kembangsari, Srimartani, Piyungan, Bantul.

Pelatihan ini diadakan selama dua hari pada Sabtu (18/7/2026) dan Senin (20/7/2026), mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Program pemberdayaan ini berhasil terealisasi setelah dinyatakan lolos dan didanai oleh Hibah PKM Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026 melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Ketua Tim PKM Universitas Madani, Ratna Wulan Purnami, S.ST., M.Kes., menyatakan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas kader posyandu sebagai garda terdepan. Lewat pembekalan teori dan praktik, para kader dibekali keterampilan untuk memberikan layanan kesehatan komplementer secara aman.
“Melalui pelatihan ini, kader dibekali keterampilan memberikan layanan kesehatan secara mandiri dan bertanggung jawab. Harapannya, kader menjadi lebih percaya diri serta mampu menghadirkan pelayanan posyandu lansia dengan sentuhan komplementer,” ujar Ratna, Sabtu (18/7/2026). Dosen D III Kebidanan ini memimpin tim yang beranggotakan Ferli Eko Kurniantoro, S.Pd, Si., M.Pd. dan Ns. Trihardi Miftahul Ulum, S.Kep., M.M., serta dibantu mahasiswa Hafiza, Haninda, dan Ambi.
Pada sesi materi awal, Ratna Wulan Purnami memaparkan ‘Pengenalan Konsep Layanan Kesehatan Komplementer MECAR’ kepada 14 kader posyandu. Sesi kedua diisi oleh Ferli Eko Kurniantoro dengan materi ‘TOGA sebagai Apotek Hidup: Solusi Kesehatan Berbasis Tanaman Obat’ untuk kemandirian kesehatan keluarga dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga.
Materi inti disampaikan oleh Ns. Trihardi Miftahul Ulum yang mengupas tuntas ragam modalitas terapi komplementer lansia. Ragam terapi tersebut meliputi teknik massage, akupresur, aromaterapi, terapi inframerah, penggunaan alat TENS digital, guasha atau kerokan modern, hingga bekam kering. Hari pertama pelatihan ditutup dengan demonstrasi langsung seluruh materi terapi tersebut kepada Dukuh Kembangsari serta Ketua Posyandu Lansia.
Pada hari kedua, fokus kegiatan beralih sepenuhnya pada aspek keterampilan klinis dan praktik mandiri dari seluruh peserta pelatihan. Para kader mempraktikkan langsung seluruh teknik terapi fisik MECAR dengan bimbingan dari tim dosen dan mahasiswa Universitas Madani. Selain terapi fisik manual dan alat modern, para kader juga mengikuti pelatihan pembuatan minuman herbal sederhana dari bahan TOGA yang mudah didapatkan di pekarangan dusun.
Dipandu oleh Ferli Eko Kurniantoro dan Haninda, para kader mempraktikkan proses pembuatan minuman herbal sederhana berbasis jahe, sereh, dan pandan. Rangkaian pelatihan ini kemudian diakhiri dengan agenda Praktik Simulasi Layanan Komplementer terintegrasi oleh seluruh kader posyandu. Agenda simulasi ini sengaja dirancang menyerupai hari pelaksanaan posyandu yang sesungguhnya sebagai persiapan teknis sebelum diterapkan di Posyandu Kuncup Mekar Purno Taruno.
Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Piyungan, Arum Puji Sari, ST., yang hadir memantau pelatihan, memberikan apresiasi terhadap program inovatif ini. Pihak Puskesmas berharap agar LKK MECAR dapat berkontribusi langsung pada penguatan kapasitas serta kualitas SDM kesehatan di tingkat kelurahan. “Dari sini kami berharap, ya, bahwa LKK MECAR bisa menjadi model pelayanan komplementer berbasis masyarakat,” terangnya.
Ia juga berharap, konsep ini dapat diadaptasi oleh posyandu lain guna meningkatkan kesejahteraan kesehatan lansia, mengingat pendampingan lansia dirasa membutuhkan skill lebih seperti kesehatan komplementer.
Dukuh Kembangsari, Ahmad Mujab Isnadi, menambahkan bahwa program MECAR merupakan inisiatif pengabdian berkelanjutan yang sudah dirintis sejak tahun 2024 lalu. Menurutnya, program MECAR sudah berkembang untuk memperkuat kapasitas kader serta fasilitas layanan melalui LKK MECAR. Ia berharap, konsep ini mampu menaikkan kualitas hidup lansia. Acara penutupan turut dihadiri Ketua Posyandu Lansia Sudigdo beserta tokoh masyarakat Dusun Kembangsari yang berkomitmen penuh mengawal program.