BERITANET.ID : Selain membahas pembangunan fisik, Masa Reses Tahap I DPRD Kota Yogyakarta juga dimanfaatkan untuk memantau stabilitas kondisi sosial ekonomi masyarakat selama bulan puasa.
Para anggota dewan memberikan perhatian khusus pada ketersediaan dan harga bahan pokok yang biasanya mengalami fluktuasi di awal Ramadan.
Ketua DPRD Kota Yogya Wisnu Sabdono Putro mengungkapkan bahwa selain masalah infrastruktur, fokus penjaringan aspirasi juga meliputi pemantauan ketersediaan bahan pangan guna menjamin kenyamanan warga dalam beribadah.
“Dengan terjun langsung ke lapangan, dewan dapat memperoleh data riil mengenai kendala ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini,” kata Wisnu Rabu (18/2).
Informasi tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi penting dalam sidang paripurna untuk menentukan kebijakan intervensi yang diperlukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.
Ada yang berbeda dalam pelaksanaan reses DPRD Kota Yogyakarta kali ini, di mana suasana formal berganti menjadi diskusi yang lebih santai namun mendalam berkat nuansa bulan suci.
Pemanfaatan suasana guyub di awal Ramadan dinilai menjadi kunci suksesnya komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan konstituennya.
Wisnu berpendapat bahwa penjaringan aspirasi tidak sepenuhnya harus dilakukan dalam forum resmi yang kaku, melainkan bisa melalui obrolan hangat di sela-sela kegiatan kemasyarakatan.
Pola pendekatan persuasif ini diyakini mampu menggali persoalan-persoalan mendasar yang mungkin tidak muncul dalam rapat formal.
Hasil dari serangkaian dialog warga ini akan dikumpulkan dan dilaporkan secara resmi sebagai landasan dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan Kota Yogyakarta di masa depan.
