BERITANET.ID – Dunia akademik Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang medis. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra sekaligus dokter spesialis penyakit dalam, dr. Edwin Hadinata, Sp.PD, berhasil meraih Juara 1 pada ajang The 8th Jakarta Nephrology Meeting (JNM) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Minggu, 19 Juli 2026.
Kemenangan dr. Edwin diraih melalui penelitian inovatif berjudul “Integrated Toxicometabolomics and Multi-Omics Analysis Reveals Ferroptosis-Driven Renal Injury Induced by Ochratoxin A and Citrinin Co-Exposure in Experimental Diabetic Kidney Disease”. Penelitian tersebut mengintegrasikan pendekatan in silico, in vitro, metabolomik berbasis UHPLC–Orbitrap HRMS, serta model in vivo untuk membongkar mekanisme molekuler di balik percepatan kerusakan ginjal akibat kombinasi dua jenis mikotoksin pangan, yakni Ochratoxin A (OTA) dan Citrinin.
Dalam riset yang didampingi oleh tim pakar—dr. Iri Kuswadi, Sp.PD-KGH, FINASIM, Dr. dr. Metalia Puspitasari, M.Sc., Sp.PD-KGH, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, Subsp.End.(K), Ph.D., dan Fahrul Nurkolis, S.Si., M.Biomed—terbukti bahwa paparan simultan OTA dan Citrinin dapat memperberat cedera ginjal diabetik (Diabetic Kidney Disease) melalui gangguan jalur system xc⁻–GSH–GPX4 yang memicu ferroptosis, yakni kematian sel akibat peroksidasi lipid dan stres oksidatif.
Temuan ini membawa perspektif baru bahwa faktor kontaminan pangan sehari-hari memegang peran vital dalam mempercepat penderitaan ginjal penderita diabetes. Mengingat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat OTA dan Citrinin kerap mengontaminasi bahan pangan harian seperti beras, kopi, jagung, gandum, rempah-rempah, hingga produk fermentasi yang disimpan di tempat lembap, tim peneliti mendesak pentingnya studi epidemiologi berskala nasional. Data tersebut dinilai mendesak guna menyusun strategi keamanan pangan dan pencegahan penyakit ginjal kronis di Indonesia.
Capaian bergengsi pada ajang ilmiah yang mempertemukan para ahli nefrologi se-Indonesia ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak kampus. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, Prof. Dr. dr. Hendy Hendarto, Sp.OG, Subsp. FER, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian yang membuktikan komitmen institusi dalam membangun budaya akademik unggul serta inovasi riset yang berdampak nyata bagi ilmu kedokteran dan masyarakat.
Prof. Hendy menambahkan bahwa penelitian ini memiliki nilai strategis karena berhasil membuktikan bahwa faktor lingkungan seperti paparan mikotoksin pangan perlu diperhitungkan dalam perjalanan penyakit ginjal akibat diabetes. Ia menilai kualitas riset multidisiplin tersebut sangat berpotensi menjadi landasan bagi pengembangan terapi baru maupun strategi pencegahan di masa depan, sekaligus berharap pencapaian ini mampu menginspirasi seluruh sivitas akademika untuk terus melahirkan penelitian translasional yang kolaboratif dan berdampak luas.
