BERITANET.ID – Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Agro Nusantara secara resmi memperluas jangkauan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia sektor perkebunan pada tahun 2026 dengan membidik total sasaran sebanyak 3.035 peserta. Angka ini menunjukkan lonjakan yang cukup signifikan dibandingkan capaian pada tahun 2025 lalu yang menargetkan sebanyak 2.066 peserta. Sebagai bagian dari langkah nyata ekspansi tersebut, lembaga kedinasan tepercaya yang ditunjuk oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian ini memulai salah satu rangkaian kelas perdana lewat Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit yang diselenggarakan di Platinum Hotel dan Convention Hall Balikpapan.
Rangkaian pembukaan acara perkuliahan praktik yang berlangsung sejak tanggal 7 sampai 10 Juli 2026 tersebut diawali secara khidmat melalui persembahan kesenian tradisional Tarian Mangkalong Butuo Arga. Kegiatan pembelajaran intensif di Kalimantan Timur ini dibuka secara resmi pada tanggal 7 Juli 2026 oleh Bendahara Pengeluaran Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Jumilawati, S.E., dengan melibatkan sebanyak 120 orang pekebun swadaya yang diutus langsung dari wilayah Kabupaten Kutai Timur.
Langkah akselerasi kompetensi ini dinilai mendesak lantaran isu produktivitas kelapa sawit rakyat terus menjadi perhatian yang sangat strategis dalam skala nasional. Merujuk pada data sektor agrobisnis, kelompok pekebun swadaya saat ini mendominasi pengelolaan ruang agrarian dengan menguasai sekitar 40 persen dari total luas hamparan lahan sawit yang tersebar di 26 provinsi. Kelompok ini juga memberikan sumbangsih besar sekitar 30 hingga 35 persen terhadap pemenuhan produksi minyak sawit mentah atau CPO nasional, kendati angka produktivitas rata-rata harian mereka di lapangan diakui masih berada di bawah ambang batas ideal.
Menyikapi ketimpangan tersebut, Subject Matter Expert LPP Agro Nusantara, Rizki Angga Anggita, Subject Matter Expert LPP Agro Nusantara, memaparkan pentingnya penyamaan standar edukasi di tingkat hilir perkebunan. “Penguatan kapasitas SDM pekebun adalah kunci. Melalui program pelatihan yang didanai BPDP ini, kami ingin menyamaratakan pemahaman praktik budidaya yang baik agar pekebun swadaya bisa lebih berdaya saing,” tutur Rizki Angga Anggita, saat memberikan pemaparan materi.
Guna memperdalam pemahaman teknis secara riil, para peserta angkatan Kutai Timur tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, melainkan juga diterjunkan langsung dalam agenda fieldtrip menuju kawasan perkebunan PT Alam Jaya Persada pada tanggal 9 Juli 2026. Di lokasi tersebut, seluruh pekebun swadaya diajarkan untuk mempraktikkan secara langsung metode pemetaan terestrial mutakhir serta sistem tata kelola lahan yang efisien.
Secara agregat, amanah besar pengadaan edukasi oleh LPP Agro Nusantara sepanjang tahun ini akan diwujudkan ke dalam 100 kelas pelatihan yang tersebar secara merata di 7 provinsi sentra sawit, yakni Sumatra Utara, Riau, Bengkulu, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo, menegaskan bahwa penambahan volume kuota kelas ini dipandang sebagai bentuk keseriusan institusi dalam mengawal kesejahteraan para petani. “Peningkatan jumlah peserta adalah tantangan sekaligus tanggung jawab. Kami berkomitmen menjadi pendamping pekebun untuk mendorong praktik berkelanjutan dan kesejahteraan petani,” ucap Pranoto Hadi Raharjo dengan tegas.
Setelah melalui proses transfer ilmu yang padat, upacara penutupan pelatihan ini dijadwalkan akan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Yusufsyah, S.Sos., M.M., pada tanggal 10 Juli 2026. Sinergi menyeluruh ini merupakan wujud nyata kemitraan strategis antara jajaran birokrasi pemerintah, BPDP, dan lembaga diklat dalam mendukung akselerasi program peremajaan sawit rakyat, pemenuhan fasilitas sarana prasarana perkebunan, hingga pembangunan kapasitas SDM petani sebagai fondasi utama penopang ketahanan komoditas strategis nasional.
