BERITANET.ID – Harga emas yang terus meroket hingga menyentuh angka Rp3,1 juta per gram ternyata tidak menyurutkan semangat warga Kota Yogyakarta untuk berburu perhiasan menjelang Idulfitri 1447 H.
Fenomena unik terjadi di pasar logam mulia saat ini, di mana kenaikan harga justru memicu lonjakan jumlah konsumen yang datang untuk mengamankan aset mereka dalam bentuk emas, baik untuk perhiasan maupun investasi batangan.
Hakabe Gold Jewelry, salah satu pusat penyedia emas terkemuka di Yogyakarta, mencatat adanya pergeseran minat konsumen yang kini sangat menggandrungi produk perhiasan custom. Owner Hakabe Gold Jewelry, dr. Vera Kurniawati, menyebutkan bahwa permintaan tertinggi menjelang Lebaran tahun ini jatuh pada gelang emas nama. Dengan minimal berat hanya satu gram, masyarakat sudah bisa memiliki perhiasan eksklusif yang dipersonalisasi sesuai keinginan.
“Kami melayani emas custom, misalnya dibikin bros, gelang, kalung. Nah menjelang Idulfitri itu yang tinggi peminat adalah gelang emas yang dikasih nama. Karena satu gram saja sudah bisa,” ungkap Vera saat memberikan keterangan di pameran BSI Fest Ramadan, Ambarrukmo Plaza. Menurutnya, rata-rata ada dua konsumen per hari yang datang khusus untuk memesan gelang custom tersebut agar bisa tampil menawan saat bersilaturahmi di hari raya.
Kecenderungan pasar saat ini menunjukkan perilaku yang menarik, di mana keramaian toko justru memuncak saat harga emas sedang berada di tren kenaikan. Sebaliknya, ketika harga turun, minat beli masyarakat cenderung mengalami penurunan. Vera menjelaskan bahwa selain perhiasan, penjualan emas batangan juga meningkat tajam. Konsumen perorangan biasanya mengincar emas ukuran 5 gram dan 10 gram, sementara pihak perusahaan lebih banyak mencari ukuran kecil seperti 0,5 gram dan 1 gram untuk kebutuhan korporasi.
“Jadi kalau harga emas naik itu malah ramai (konsumen meningkat). Tetapi kalau harganya turun malah sepi (konsumen turun),” ujar Vera menekankan anomali pasar emas yang justru makin diminati saat nilainya tinggi.
Untuk memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat yang ingin memiliki emas tanpa terbebani harga tinggi secara tunai, Hakabe Gold Jewelry menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui program cicil emas. Program ini menawarkan kemudahan luar biasa, di mana untuk emas HK konsumen cukup membayar uang muka 20 persen, sementara untuk produk Antam uang mukanya jauh lebih ringan, yakni hanya 10 persen.
Keuntungan dari skema cicilan ini pun sangat menggiurkan bagi para investor pemula maupun berpengalaman. Vera memaparkan bahwa dengan tenor cicilan hingga lima tahun, nilai kenaikan harga emas per tahunnya jauh melampaui biaya bunga atau margin yang dibayarkan. Hal ini menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai yang sangat efektif di tengah kondisi ekonomi saat ini.
“Cicil emas ini malah tinggi peminatnya. Biasanya kita nyicil itu selama lima tahun. Belum sampai 5 tahun, belum lunas itu sudah untung. Harganya sudah naik, kenaikan harganya itu sekitar 10-30 persen setahun. Rata-rata kenaikan harga emas ini 5 persen per bulan, berarti kalau 12 bulan itu 60 persen sementara bunganya cuma 10 persen, jadi untung 50 persen,” jelasnya secara detail.
Melalui program ini, Hakabe Emas ingin memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berinvestasi. Kehadiran fasilitas cicilan ini dinilai sebagai langkah solutif agar masyarakat tidak kehilangan momentum keuntungan akibat terus menunda pembelian karena menunggu dana terkumpul.
“Kalau cicil sekarang lima tahun lagi sudah ada barangnya dan keuntungannya. Tetapi kalau misal nunggu sampai punya uang, belum tentu harganya sama, karena harganya kan naik terus,” tutup Vera menekankan pentingnya segera memulai investasi emas di Hakabe Gold Jewelry.
