BERITANET.ID : Pemerataan akses layanan dasar di tingkat kampung menjadi agenda utama yang dikawal oleh Komisi D DPRD Kota Yogyakarta.
Dua program inovatif yang menjadi perhatian khusus adalah “satu kampung satu bidan” dan “satu kampung satu perguruan tinggi,” yang dinilai mampu memberdayakan masyarakat secara holistik dari sisi kesehatan dan pendidikan.
Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Darini, menyatakan bahwa program satu kampung satu bidan merupakan upaya strategis untuk memastikan akses kesehatan yang merata. Program ini menempatkan bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer, yang sangat vital bagi ibu dan anak di tingkat komunitas.
“Program ini merupakan upaya untuk memastikan akses kesehatan yang merata di setiap kampung dengan menempatkan bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer,” sebut Darini. Langkah ini diharapkan dapat menekan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga di akar rumput.
Di sisi pendidikan, program satu kampung satu perguruan tinggi juga dikawal ketat.
Program ini memanfaatkan status Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar untuk mendekatkan akses pendidikan tinggi dan inovasi ke level kampung. Tujuannya adalah untuk pemberdayaan intelektual masyarakat.
Darini melihat program-program unggulan ini sebagai upaya nyata pemerintah daerah di bawah Hasto-Wawan untuk membangun masyarakat yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban. “Kami dari Komisi D yang membidangi kesejahteraan masyarakat tentu mendukung penuh inisiatif ini,” ujarnya, menekankan bahwa Komisi D akan menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran sebaik-baiknya demi kesuksesan program.
