Wujud Cinta Abadi, Pengusaha Muhammad Suryo Resmikan Masjid Hj Anis Syarifah di Kulon Progo

BERITANET.ID : Lokasi yang sempat menjadi saksi bisu kecelakaan maut kini bertransformasi menjadi pusat ibadah dan kebaikan. Pengusaha rokok Muhammad Suryo meresmikan Masjid Hj Anis Syarifah di Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (16/10/2026). Masjid megah tersebut dibangun tepat di dekat lokasi kecelakaan lalu lintas pada 1 Maret 2026 yang merenggut nyawa istrinya tercinta.

​Acara peresmian ini turut dihadiri oleh ratusan warga serta Aab Abdullah (37), pihak yang sebelumnya terlibat dalam insiden kecelakaan tersebut, bersama istrinya, Surati Julia Wijayanti (35). Kehadiran keluarga Aab yang datang menggunakan kursi roda mencerminkan hubungan kekeluargaan yang tetap terjalin harmonis di tengah musibah. Surati mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Muhammad Suryo kepada keluarganya.

​”Banyak hikmah yang bisa diambil dari kecelakaan ini. Di balik musibah, masih banyak pelajaran yang bisa kami petik. Tidak hanya bagi kami, hikmahnya juga bisa bermanfaat untuk orang banyak,” ucap Surati dengan penuh haru. Ia juga menambahkan bahwa dirinya merasa senang karena Suryo kini telah menganggap keluarganya sendiri sebagai bagian dari kerabat dekat.

​Bagi Muhammad Suryo, pendirian rumah ibadah ini merupakan wujud ikhtiar untuk memberikan makna positif pada tempat yang menyimpan kenangan duka mendalam. Ia memilih membeli lahan di sekitar lokasi kejadian agar titik tersebut kelak melahirkan lebih banyak amal jariah bagi umat.

​”Jika dahulu tempat ini menjadi saksi sebuah kehilangan, mulai hari ini semoga tempat ini menjadi saksi lahirnya ribuan kebaikan. Jika dahulu air mata saya jatuh, semoga hari ini lebih banyak kepala yang bersujud,” tutur Suryo dalam sambutannya. Ia menceritakan bahwa keputusan membangun masjid ini diambil pada 17 April 2026 yang bertepatan dengan hari ulang tahun almarhumah, sebelum akhirnya diwakafkan atas nama Anis Syarifah binti Sucipto.

​Suryo menegaskan bahwa bangunan tersebut kini sepenuhnya menjadi milik umat yang terbuka bagi siapa saja, baik warga setempat maupun musafir yang melintas. Ia berpesan agar masyarakat turut serta merawat dan menghidupkan kegiatan keagamaan di masjid tersebut.

​”Dinding, atap, dan lantainya dapat dibangun dengan tenaga dan biaya, tetapi roh masjid ini hadir melalui azan yang berkumandang, shaf yang terisi, anak-anak yang mengaji, serta persaudaraan dan hati yang semakin dekat kepada Allah,” jelasnya.

​Peresmian ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, yang mengaku menyaksikan langsung proses pembangunan sejak peletakan batu pertama hingga rampung. Ambar menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan ketulusan keluarga dalam mendirikan fasilitas ibadah tersebut.

​”Saya menjadi saksi masjid ini dibangun sejak awal. Saya senang dan bangga karena selalu dimudahkan dari awal hingga selesai,” ujar Ambar.

​Suasana peresmian semakin khidmat dengan tausiyah cair dari Ustazah Mumpuni Handayayekti yang mengingatkan jemaah tentang hakikat kematian serta pentingnya amal jariyah bagi orang yang telah tiada. Ia juga berpesan agar kemegahan fisik bangunan diimbangi dengan keistiqamahan warga dalam memakmurkannya.

​”Masjid Hj Anis Syarifah ini menjadi amal baik bagi keluarga Pak Suryo dan almarhumah. Kemegahan bangunan perlu dihidupkan dengan ibadah dan kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” pesan Mumpuni.

​Selain difungsikan sebagai tempat salat, Masjid Hj Anis Syarifah juga dirancang untuk memanjakan musafir yang melintasi jalur nasional Purworejo–Yogyakarta dengan menyediakan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang istirahat, toilet bersih, fasilitas pengisian daya ponsel, hingga akses Wi-Fi gratis.