BERITANET.ID : Perhelatan mode tahunan Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2026 di Jogja City Mall, Yogyakarta, yang berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026 diwarnai oleh kejutan menarik dari kalangan keluarga ulama. Untuk pertama kalinya, ajang tersebut diikuti oleh Ella Septin yang dikenal sebagai istri dari pendakwah Nahdlatul NU Kiai Haji Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq. Mengusung brand Hyaya by Ella Muwafiq, ia sukses memukau penonton lewat show tunggal eksklusif di hari pertama acara yang mengangkat tema utama Navarupa.
Tampil percaya diri di atas panggung, perempuan berusia 49 tahun tersebut memamerkan 80 karya busana menawan bertema Cahaya Nusantara yang memadukan kekayaan tradisi dari Aceh hingga Bali ke dalam bahasa desain modern. Antusiasme tinggi langsung terlihat ketika lima dari koleksi busana tersebut sudah ludes terjual bahkan sebelum peragaan busana dimulai. “Alhamdulillah, sudah ada lima yang dibeli sebelum show, jadi saya pinjam dulu untuk fashion show,” ungkap Ella saat ditemui di sela-sela acara. Ia menambahkan bahwa para peminat koleksi busana buatannya datang dari berbagai daerah jauh, mulai dari Riau hingga Jakarta.
Koleksi busana rancangan Ella tampil dengan siluet longgar, anggun, dan mengalir seperti maxi dress, kaftan, serta gamis panjang yang dipermanis dengan aksen cape atau selendang luar transparan berhiaskan bordir dan payet. Pilihan warnanya pun sangat beragam, mulai dari warna netral seperti putih dan abu-abu muda, warna cerah seperti kuning mustard, hingga warna-warna jewel tones yang mewah seperti ungu plum, marun, dan hijau teal. Di balik proses kreatifnya yang memakan waktu kurang dari tiga bulan atau sekitar 80 hari saja, Ella merancang busananya agar bersifat inklusif dan fleksibel bagi semua kalangan. “Jadi saya ingin, semua baju itu bisa dipakai oleh semua kalangan, apapun warna kulitnya, mau hitam, putih, coklat, kuning, apapun agamanya, apapub bangsanya,” tegas Ella.
Kehadiran perdana ini tentu mendapat sokongan penuh dari sang suami, KH Ahmad Muwafiq, yang hadir langsung mendampingi di lokasi acara. Pengasuh pondok pesantren di Minggir, Sleman tersebut memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan ruang ekspresi yang dipilih istrinya di tengah kesibukan mengurus para santri dan tamu pondok. “Saya memberikan dukungan kepada istri saya untuk memberikan apresiasi atas ruang ekspresi yang menurut saya tidak mudah,” tutur Gus Muwafiq. Ia juga mengakui bahwa keinginan kuat sang istri dalam dunia mode adalah satu hal yang tidak bisa dicegah di tengah padatnya aktivitas pendampingan pesantren.
Sementara itu, pengamat mode sekaligus penyelenggara Jogja Fashion Rendezvous 2026, Nyudi Dwijo Susilo, menilai kehadiran karya-karya inklusif dari brand Hyaya sangat selaras dengan semangat Navarupa tahun ini. Melalui perhelatan yang melibatkan 77 desainer serta ratusan model dari berbagai kelompok usia, panggung mode tersebut diharapkan mampu menjadi wadah pertumbuhan ekosistem kreatif yang adaptif terhadap zaman. “Tradisi tetap penting, tetapi kreativitas juga harus berjalan agar fashion Indonesia mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan identitasnya,” pungkas Nyudi.
