Menbud Fadli Zon Tegaskan Peran Indonesia sebagai Jembatan Budaya Asia Tenggara dan Pasifik

BERITANET.ID : Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kemitraan strategis yang setara dengan negara-negara di kawasan Pasifik melalui penguatan diplomasi kebudayaan.

Penegasan tersebut disampaikannya di hadapan para akademisi, seniman, dan delegasi internasional dalam seminar internasional Indonesia-Pacific Cultural Connect (IPCC) 2026 yang dihelat di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Rabu (15/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia memposisikan Indonesia sebagai jembatan budaya yang menghubungkan kawasan Asia Tenggara dengan Pasifik, tanpa ada niat untuk mendikte melainkan membangun kerja sama yang setara dan saling menghormati.

Lebih lanjut, Fadli mengungkapkan bahwa posisi strategis Indonesia dalam kancah pelestarian budaya dunia semakin diperkuat dengan terpilihnya Indonesia sebagai anggota terpilih Komite Antarpemerintah UNESCO untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda periode 2026–2030 yang mewakili Kelompok Asia-Pasifik.

Melalui momentum tersebut, Kementerian Kebudayaan mendorong agar jejaring kelembagaan, universitas, museum, dan komunitas seni yang terjalin dalam program residensi IPCC 2026 dapat dikembangkan menjadi kemitraan jangka panjang yang berkelanjutan.

“Seminar ini harapan saya bisa menghasilkan rekomendasi praktis, termasuk penguatan jaringan budaya, peningkatan kapasitas pelaku budaya, perluasan kerja sama industri kreatif, dan pengembangan kolaborasi kelembagaan,” pungkas Fadli, seraya menekankan bahwa keberhasilan diplomasi budaya harus diukur dari pertukaran pengetahuan serta manfaat nyata bagi masyarakat penjaga tradisi.