BERITANET.ID — Menjelang hari kemenangan Idulfitri, sinergi kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Gamping, dan Sleman melalui penyaluran donasi sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bekerja sama dengan Lazismu, institusi kesehatan ini secara rutin membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Kado Ramadan sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap warga sekitar, mitra, hingga pekerja sektor informal yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem rumah sakit.
Rangkaian kegiatan yang memuncak pada Kamis (12/3/2026) sore di Selasar Utara Hemodialisa RS PKU Muhammadiyah Gamping ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi rumah sakit.
Di antaranya adalah Dirut RS PKU Muhammadiyah Gamping dr. H. Ahmad Faesol, Sp.Rad, M.Kes, MMR, Direktur Diklit dan Mutu dr. Nova Maryani, Sp.An-TI, Subsp.TI(K), MMR, Dirut RS PKU Muhammadiyah Sleman dr. Eka Yoga Wiratama, MMR, Direktur Pelayanan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dr. Safiqulatif Abdillah, MMR, Sp.PA, serta Manajer Bina Rohani Umar Said Prawoto, S.Ag, MKM.
Ketua Kantor Layanan Lazismu RS PKU Muhammadiyah Jogja dan Gamping, Tawakal Akbar Darojad, menjelaskan bahwa pentasyarufan ini merupakan agenda tahunan yang rutin digelar dengan sasaran masyarakat di sekitar area rumah sakit. Penerima manfaat mencakup tukang parkir, tukang becak, pedagang kaki lima, asongan, hingga tenaga outsourcing.
“Mereka mendapatkan kado lebaran berupa parcel berisi sembako senilai Rp 250.000,- dan uang THR,” ujar Akbar. Pada tahun 2026 ini, aksi tersebut mencakup pembagian THR sebesar Rp 125 ribu bagi 700 orang, yang didanai sepenuhnya dari donasi para dokter RS PKU sebesar Rp 170 juta.
Sebelum pelaksanaan hari ini, Lazismu telah melakukan serangkaian aksi sosial seperti kunjungan ke klinik Muhammadiyah di DIY, buka bersama penyandang difabel serta guru SLB, hingga program peduli guru Muhammadiyah.
Dalam acara yang diselingi dengan tadarus dan pemahaman hikmah Al-Qur’an tersebut, dr. H. Ahmad Faesol, Sp.Rad, M.Kes, MMR menekankan pentingnya menjaga tali silaturahmi.
“Dimudahkan rezeki oleh Allah SWT dan dipanjangkan usianya,” kata dr. Faesol dalam ceramahnya menjelang berbuka puasa.
Lebih lanjut, dr. Faesol menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud dari dakwah bil hal atau dakwah melalui perbuatan nyata untuk membantu sesama. Beliau berharap rumah sakit tidak hanya menjadi tempat penyembuhan medis, tetapi juga menjadi oase bantuan sosial bagi masyarakat sekitar.
“Kita berharap rumah sakit punya andil dakwah bil hal, dakwah sosialnya bisa membantu masyarakat,” ucapnya.
Selain memberikan manfaat ekonomi bagi penerima, acara ini juga dirancang sebagai momen untuk memperkuat kualitas keimanan dan ketakwaan setelah sebulan penuh menjalani pendidikan spiritual di bulan Ramadan. dr. Faesol menambahkan bahwa diadakannya acara tersebut menjadi momen untuk saling peduli dan bersyukur atas nikmat Tuhan. “Paling tidak untuk introspeksi, muhasabah diri, bersyukur atas nikmat karunia Allah SWT,” tutup dr. Faesol.
