BERITANET.ID : Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan agenda Public Expose Pengelolaan Zakat sebagai wujud nyata transparansi dan pertanggungjawaban kepada masyarakat luas.
Kegiatan yang berlangsung di Den Nany Resto, Jalan Taman Siswa, Yogyakarta, pada Jumat, 6 Maret 2026 ini menjadi sarana penting bagi Lazismu DIY untuk memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun terakhir di hadapan para donatur, mitra strategis, serta tokoh Muhammadiyah dan perwakilan pemerintah daerah.
Dalam forum tersebut, Lazismu DIY juga memperkenalkan inovasi teknologi berupa platform crowdfunding jalankebaikan.id untuk mempermudah donasi digital, serta meluncurkan program Kampung Berkemajuan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal agar mampu mandiri secara ekonomi dan sosial.
Wakil Ketua PWM DIY yang membidangi Lazismu, Prof. Dr. H. Ariswan, M.Si., DEA., memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif laporan terbuka ini karena menunjukkan bahwa filantropi modern tetap dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai keikhlasan dan kepedulian sosial di era digital. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa filantropi modern mampu mengikuti perkembangan zaman, tanpa mengurangi nilai-nilai keikhlasan dan kebermanfaatan,” ungkap Prof. Ariswan saat memberikan sambutannya.
Ketua Lazismu DIY, Jefree Fahana, S.T., M.Kom., turut menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan kepercayaan penuh dalam penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga ini. “Kepercayaan para donatur menjadi motivasi besar bagi Lazismu DIY untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Jefree dalam kesempatan yang sama.
Berdasarkan laporan tahunan bertajuk “Inovasi Berdampak dan Berkelanjutan”, Lazismu DIY berhasil menghimpun dana sebesar Rp64,2 miliar sepanjang tahun 2025. Dana tersebut bersumber dari infak terikat senilai Rp22,57 miliar, infak tidak terikat Rp14,93 miliar, zakat maal Rp12,92 miliar, serta hasil qurban sebesar Rp7,98 miliar. Selain itu, terdapat penerimaan dari zakat fitri sebesar Rp4,31 miliar, dana sosial keagamaan lainnya Rp849 juta, serta dukungan dana CSR mencapai Rp608 juta.
Pengelolaan dana yang profesional dan transparan ini dibuktikan dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam audit keuangan yang berhasil dipertahankan secara berturut-turut sejak tahun 2018 hingga 2024.
Dalam hal pendayagunaan, Lazismu DIY telah menyalurkan total dana sebesar Rp45,2 miliar kepada 75.961 penerima manfaat, baik individu maupun lembaga, sepanjang tahun 2025. Penyaluran zakat difokuskan pada berbagai asnaf dengan porsi terbesar untuk program fisabilillah sebesar Rp4,97 miliar, kelompok miskin Rp4,11 miliar, serta zakat fitrah Rp2,10 miliar, di samping penyaluran bagi fakir, ibnu sabil, muallaf, gharim, hingga riqab.
Sementara itu, dana infak sebesar Rp31,4 miliar telah dialokasikan ke dalam enam pilar utama program, yakni Pilar Sosial Dakwah dengan penyaluran Rp8,46 miliar, Pilar Pendidikan Rp6,04 miliar, Pilar Kemanusiaan Rp4,58 miliar, Pilar Kesehatan Rp1,9 miliar untuk 13 ribu penerima, serta Pilar Ekonomi sebesar Rp861 juta dan Pilar Lingkungan Rp93 juta.
Jefree Fahana menekankan bahwa Lazismu DIY berkomitmen untuk terus mengelola zakat secara profesional dan relevan dengan kebutuhan zaman agar dampak pemberdayaannya bersifat jangka panjang dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
