BERITANET.ID – Program ‘Art Fun PAS for Children’ di Pendhapa Art Space (PAS) Yogyakarta (18-30 Oktober 2025) bukan sekadar lokakarya seni, melainkan inisiatif untuk memperluas ruang pendidikan seni yang inklusif dan transformatif bagi anak usia 6-12 tahun. Program ini menjadi wadah workshop dan fasilitas berkesenian, dengan fokus utama pada produksi seni patung.
Oktavia Dwi Cahya atau Pingky, Staf PAS dan PIC program, menjelaskan bahwa pemilihan seni patung didasari keyakinan bahwa kesenian ini secara efektif mengajarkan anak-anak pada aspek motorik dan spasial. “Kemudian juga,” jelas Pingky, “seni patung juga bisa sebagai metode belajar dari metode Early Childhood Care and Development (ECCD) Holistik, yang mana adalah sebuah metode yang diyakini menjadi jalan untuk membentuk fondasi manusia yang berkualitas.”
Metode ECCD Holistik ini dilanjutkan dengan proses pendidikan Centre Based untuk usia remaja 12-18 tahun, yang mulai mengenal kompleksitas institusi di luar rumah.
Pingky menambahkan bahwa program ini secara khusus memberikan kesempatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus atau difabel untuk terlibat aktif dan berimajinatif. Sekitar 15 anak penyandang Down Syndrome dari komunitas POTADS Yogyakarta berpartisipasi aktif, menunjukkan komitmen PAS terhadap inklusivitas.
Konsep ini disambut gembira oleh para orang tua. Alif Ryan, orang tua dari Sewon, Bantul, yang mengikutkan kedua anaknya, melihat program ini sebagai pengalaman bermain yang unik. “Anak saya ikut, dua-duanya. Biar mereka melakukan aktivitas di luar ruangan, bermain sambil berkarya. Tadi saya lihat dua-duanya juga sangat antusias, menikmati banget,” ungkapnya.
Di sisi lain, Hardiwan Prayoga, Manajer Program dan Kurator, menekankan bahwa fokus program adalah pada proses reflektif. Ia ingin anak-anak melihat seni patung sebagai bagian dari keseharian, yang sama asyiknya dengan mainan figur. Hardiwan menguraikan tujuannya:
“Lewat proses-proses ini, anak-anak bisa mengimajinasikan masa depan, ruang hidup, dan interaksi yang ideal dalam bayangan mereka.”
Pingky berharap, kegiatan ini mendudukkan anak-anak sebagai subjek partisipan aktif, bukan pasif, dengan mendorong mereka berkarya, bertanya, dan menawarkan imajinasi.
“Melalui Art Fun PAS for Children, Pendhapa Art Space ingin memperluas ruang pendidikan seni yang tidak hanya berfokus pada hasil karya, tetapi lebih pada proses reflektif dan partisipatif yang dapat membentuk karakter dan daya imajinasi anak-anak di masa depan,” harapnya. (Rya)
