Dorong Transformasi Digital UMKM, Dinas Koperasi UKM DIY Kenalkan GAPURA Si Bakul Lewat Gelaran Selapanan

BERITANET.ID : Semangat kebersamaan dan penggerakan roda ekonomi lokal tampak menyelimuti kawasan Kemantren Tegalrejo, Yogyakarta, pada Jumat (30/10/2026). Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menggelar agenda rutin Selapanan edisi kelima, yang kali ini dikemas secara kreatif dengan memadukan aktivitas kebugaran jasmani bersama pameran produk unggulan guna mendongkrak kesejahteraan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

​Kepala Bidang Kewirausahaan Dinas Koperasi UKM DIY, Hana Fais Prabowo, menjelaskan bahwa acara Selapanan diselenggarakan khusus sebagai panggung promosi bagi para pelaku UMKM binaan yang telah berhasil lolos melalui proses kurasi ketat. Dalam perhelatan ini, sebanyak 20 stan bazar disiapkan untuk memfasilitasi sekitar 40 UMKM, dengan melibatkan partisipasi aktif dari sekurangnya 600 peserta yang terdiri atas warga masyarakat serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Yogyakarta bagian barat.

​”Jalan sehat ini kan untuk menyehatkan badan, kemudian juga bisa menyehatkan perekonomian dengan pemberdayaan UMKM,” ujar Fais saat ditemui di sela-sela kegiatan.

​Tidak hanya sekadar menjadi ajang silaturahmi dan olahraga bersama, momen Selapanan kelima ini juga ditandai secara resmi dengan peluncuran inovasi strategis bertajuk GAPURA Si Bakul (Gerbang Akses Penumbuhan Usaha Rakyat). Kehadiran program baru ini dirancang untuk menyempurnakan ekosistem layanan digital Si Bakul Jogja yang selama enam tahun terakhir konsisten mendampingi transformasi bisnis para pelaku usaha di DIY.

​Melalui platform GAPURA Si Bakul, pemerintah daerah menghadirkan ragam terobosan taktis untuk memperluas penetrasi pasar produk lokal secara masif. Sejumlah strategi unggulan yang diusung meliputi integrasi promosi produk melalui jaringan televisi hotel untuk menjaring para wisatawan yang menginap, penerapan skema afiliasi pemasaran yang melibatkan pelajar serta mahasiswa sebagai content creator, hingga penyediaan fasilitas Learning Management System (LMS) sebagai sarana pelatihan bisnis secara terbuka. Selain itu, sistem ini juga dilengkapi dengan dashboard pemantauan pasca-inkubasi agar progres kemandirian setiap usaha dapat dievaluasi secara transparan dan terukur.

​Terkait program subsidi gratis ongkos kirim yang selama ini menjadi daya tarik utama ekosistem Si Bakul, Hana memastikan fasilitas tersebut tetap berjalan rutin setiap tahunnya. Kendati demikian, standar kualifikasi penerima manfaat kini ditingkatkan guna mendorong para pelaku usaha agar lekas naik kelas, di mana kelengkapan legalitas usaha serta kualitas visual foto produk dipatok sebagai syarat mutlak dalam proses kurasi.

​Berdasarkan catatan dinas, jumlah UMKM yang bernaung di bawah ekosistem digital Si Bakul kini telah menyentuh angka 349.000 unit usaha, meningkat dari catatan tahun sebelumnya di posisi 347.000. Guna memperkokoh fondasi ekonomi kerakyatan secara berkesinambungan, dinas terkait juga memasang target penumbuhan sekitar 2.000 UMKM baru di wilayah DIY.

​Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM DIY, Agus Mulyono, menegaskan bahwa pelaksanaan agenda Selapanan ini diarahkan untuk mencapai dua fokus utama pendampingan, yakni membangun soliditas jejaring kerja sama antarinstansi serta mengakselerasi kapasitas bisnis masyarakat akar rumput.

​”Tentunya ada dua hal utama, yaitu terjalinnya semangat keakraban dan kolaborasi antar-OPD di wilayah barat, serta tumbuhnya UMKM yang ada di wilayah kemantren supaya lebih berdaya dan berkembang,” jelas Agus.

​Agus menambahkan, program pembinaan lanjutan ke depan akan difokuskan secara mendalam pada penguatan dua aspek krusial, yaitu peningkatan kapasitas produksi serta pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Melalui sinergi lintas sektoral yang kuat dan semangat gotong royong yang terjaga, Dinas Koperasi UKM optimistis seluruh pelaku UMKM di Yogyakarta mampu menghadapi tantangan pasar modern, berdaya saing global, dan memperluas skala usahanya secara optimal.