Edukasi Pasar Modal DIY Tunjukkan Tren Positif, BEI Dorong Pelaku Ekraf Manfaatkan Peluang Go Public

BERITANET.ID : Pencapaian pasar modal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tren yang sangat positif dan sejalan dengan perkembangan pasar modal nasional, di mana tingginya minat masyarakat terhadap investasi ditegaskan melalui data hingga akhir Oktober 2025 yang mencatatkan total 19.154.487 investor pasar modal Indonesia, dengan 8.083.076 di antaranya merupakan investor saham, sebuah pertumbuhan yang didukung kuat oleh peran aktif dari Galeri Investasi (GI) BEI di kampus-kampus. Sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi tersebut, BEI Kantor Perwakilan Yogyakarta menyelenggarakan Penghargaan GI BEI 2025, di mana penghargaan GI BEI Teraktif berdasarkan Aktivitas Edukasi dan Pemerataan Informasi berhasil diraih oleh GI BEI Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, mengungguli kandidat kuat lainnya seperti GI BEI UPN Veteran Yogyakarta—Fakultas Ekonomi dan GI BEI FEB Universitas Jenderal Soedirman.

Kepala Kantor BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza, menggarisbawahi peran strategis program edukasi di DIY yang berperan besar dalam mendukung inklusi pasar modal yang lebih luas, menjangkau berbagai kalangan dari mahasiswa hingga masyarakat umum. Irfan memaparkan bahwa secara nasional, terdapat penambahan signifikan sebanyak 4.282.848 investor baru pada tahun 2025, yang merupakan cerminan nyata dari tingginya minat masyarakat terhadap pasar modal sebagai sarana investasi. Selain sukses dalam mendorong pertumbuhan investor, BEI juga terus berupaya memperluas akses pembiayaan berkelanjutan bagi dunia usaha di DIY, di mana BEI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif telah menyelenggarakan KreasiIPO Workshop Go Public di Yogyakarta pada 13 November 2025.

Workshop tersebut secara khusus bertujuan untuk memberikan edukasi yang mendalam kepada para pelaku usaha ekonomi kreatif mengenai peluang pendanaan yang dapat mereka raih melalui pasar modal, serta membekali mereka dengan pengetahuan esensial tentang proses dan manfaat transformatif menjadi perusahaan publik. Irfan menambahkan bahwa dengan adanya kolaborasi yang solid antara pemerintah, BEI, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan ekosistem bisnis di DIY akan menjadi semakin inklusif dan kompetitif, dan ia juga menegaskan komitmen BEI untuk terus mengedepankan pentingnya edukasi dan literasi pasar modal demi mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam berinvestasi, sehingga pasar modal dapat berfungsi sebagai pilar ekonomi yang berdaya saing tinggi. “Kami mengundang masyarakat, khususnya di Yogyakarta, untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan edukasi dan memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan literasi keuangan serta memperluas akses ke pasar modal,” tutup Irfan, menandaskan bahwa melalui upaya edukasi yang berkelanjutan dan kemitraan yang kuat, BEI optimis dapat mendukung pertumbuhan pasar modal yang pesat dan berkelanjutan di wilayah DIY.