BERITANET.ID : Perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang bergerak cepat kian memicu ketidakpastian serta membebani peran perempuan di masyarakat. Merespons tantangan tersebut, komunitas Women Support Women (WSW) di bawah naungan Yayasan Rumah Kasih Sekartaji Ayuwangi (YRKSA) menggelar forum penguatan diri bertajuk “Perempuan Bergerak, Menguatkan Diri Menghadapi Era Ketidakpastian” di Pendopo Agung Ndalem Mangkubumen, Yogyakarta, Minggu (6/9/2026).
Agenda yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Jakarta, Kulon Progo, Pacitan, hingga Karanganyar ini dirancang sebagai wadah saling berbagi pengalaman dan mengenali kapasitas diri di tengah kompleksitas tuntutan zaman.
Penggagas WSW sekaligus Pendiri YRKSA, Sekartaji Ayuwangi, menegaskan pentingnya ketersediaan ruang aman agar perempuan tidak merasa terisolasi saat menghadapi tekanan hidup. “Perempuan tidak harus menghadapi ketidakpastian sendirian. WSW menjadi ruang untuk belajar, mendengar, dan saling menguatkan,” ujar Sekartaji di sela-sela kegiatan.
Dalam dinamika harian, perempuan kerap dihadapkan pada standar perbandingan sosial dan paparan media sosial yang makin memicu tekanan emosional. Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta yang juga menjabat Sekretaris YRKSA, Kurnia Arofah, menilai kenyataan tersebut sebagai tantangan nyata yang harus dikelola bersama melalui refleksi. “Kita tidak dapat membuat hidup menjadi pasti. Tapi pengalaman yang didukung dan direfleksikan dapat menjadi pengetahuan bersama, sebagai bekal menghadapi ketidakpastian,” kata Kurnia.
Kesadaran untuk memulihkan kontrol diri juga menjadi fokus utama dalam forum ini. Penulis sekaligus penggiat pemberdayaan perempuan, Ariyanti Luhur Tri Setyarini, mengingatkan pentingnya fondasi internal sebelum seorang perempuan mampu memberikan dampak bagi lingkungannya. Menurut Ariyanti, perempuan perlu menguatkan diri terlebih dahulu agar kemudian dapat hadir secara utuh dan menguatkan perempuan lainnya.
Selain diskusi teoretis, para peserta diajak melepaskan ketegangan fisik melalui sesi olah tubuh yang dipandu Body Movement Specialist, Evi Nilakanti. Latihan difokuskan pada area tulang ekor dan panggul guna merangsang pelepasan stres serta membangun kesadaran terhadap respons tubuh.
Sejak diinisiasi pada 2023 di Yogyakarta, WSW telah menggelar lebih dari 15 kelas belajar yang berfokus pada pemulihan diri, kesehatan emosional, dan pemberdayaan. Gerakan berbasis sukarela ini kini terus meluas ke pelbagai wilayah, termasuk Boyolali dan Jakarta, guna merawat semangat dari, oleh, dan untuk perempuan.
