Dorong Kemandirian Kader dan Mahasiswa, LAZISMU DIY Kucurkan Rp706,6 Juta untuk Pembinaan Beasiswa

BERITANET.ID : Menguatkan komitmen pendampingan mahasiswa dan kader, LAZISMU Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta menggulirkan dana pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp706.620.000 melalui program Beasiswa Sang Surya Batch #5 Tahun 2026. Penyerahan bantuan pendidikan yang dibarengi dengan agenda pengajian serta pembekalan motivasi ini berlangsung di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Jumat (11/9/2026).

​Program investasi sumber daya manusia tersebut menjangkau 66 mahasiswa terdaftar dari ragam program studi di perguruan tinggi wilayah Yogyakarta. Skema pembiayaan diprioritaskan untuk pembebasan biaya SPP selama dua semester yang terbagi dalam jalur Beasiswa Kader, Beasiswa Dhuafa, dan Beasiswa Marbot. Tidak sekadar memberikan bantuan finansial, LAZISMU DIY juga merancang pembinaan intensif untuk mengasah kepemimpinan, jiwa kewirausahaan, soft skill, hingga penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

​Ketua LAZISMU Wilayah DIY, Jefree Fahana, menegaskan bahwa bantuan pendidikan ini dirancang tidak untuk menciptakan pola pikir konsumtif di kalangan mahasiswa. “Ketika menerima beasiswa, bukan hanya kita pasrahkan seperti orang konsumtif. Diberi kemudian hilang di tengah masa. Tidak. Teman-teman itu adalah amanah yang diberikan Allah kepada LAZISMU,” kata Jefree.

​Sistem kontrol performa akan diberlakukan ketat guna memastikan efektivitas dana publik tersebut. Meski ikatan kontrak berjalan selama satu tahun, status penerima bakal dievaluasi setiap akhir semester. Jefree pun mendorong seluruh mahasiswa untuk aktif terjun dalam aksi kemanusiaan. “Teman-teman harus menunjukkan bahwa memang berhak menerima ini. Amanah yang diberikan tolong dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan belajar dan mengikuti kerelawanan LAZISMU,” lanjutnya.

​Bagi mahasiswa penerima Beasiswa Kader, lembaga telah menyiapkan skema penugasan khusus pada majelis, lembaga, serta struktur pimpinan Muhammadiyah sesuai kompetensi masing-masing. Langkah ini diambil agar proses pengaderan berjalan beriringan dengan capaian akademik di kampus.

​Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWM DIY, Ikhwan Ahada, berpesan agar para mahasiswa meneladani nilai historis perjuangan pendiri Muhammadiyah dalam memberdayakan sesama. “Sejak dari awal, Kiai Dahlan mengingatkan diri bahwa Muhammadiyah didirikan untuk memikirkan orang lain,” ujar Ikhwan.

​Ikhwan menambahkan bahwa keberhasilan di bangku kuliah hendaknya menjadi pijakan awal untuk meluaskan dampak sosial. Para penerima beasiswa diharapkan tidak berhenti pada pencapaian pribadi, melainkan mampu mentransformasikan ilmu dan kesempatan yang didapat menjadi karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.