Targetkan Emas untuk Istana Merdeka, Disbud DIY Gelar Sosialisasi dan Evaluasi Teknis Bersama Alumnus GBN

BERITANET.ID— Dinas Kebudayaan Kundha Kabudayan Daerah Istimewa Yogyakarta bergerak cepat mematangkan persiapan menjelang pergelaran Audisi Paduan Suara Gita Bahana Nusantara tingkat daerah.

Berbarengan dengan dibukanya masa pendaftaran daring pada Jumat, 29 Mei 2026, Disbud DIY menyelenggarakan forum sosialisasi intensif di Ruang Bima guna memetakan target perolehan hasil terbaik di level nasional.
Langkah strategis yang didanai menggunakan alokasi Dana Keistimewaan ini sengaja dikemas dengan melibatkan para alumni penyanyi kenegaraan dari periode sebelumnya.

Kehadiran para senior tersebut difungsikan untuk memberikan pembekalan taktis serta menularkan formula sukses tembus ke Jakarta bagi para talenta muda lokal yang akan memperebutkan tiket emas menuju Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Kepala Seksi Seni Pertunjukan Disbud DIY, Zita Uttungga Dewi Maharani menjelaskan bahwa keterlibatan para alumnus orisinal bentukan daerah ini sangat efektif untuk memacu semangat sekaligus membedah hambatan psikologis berupa rasa kurang percaya diri yang kerap dialami pendaftar lokal akibat aturan ketat kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kegiatan GBN ini merupakan wadah pembinaan karakter bangsa melalui ekspresi seni musik dan pertunjukan budaya yang melibatkan generasi muda berbakat usia 16 sampai dengan 23 tahun. Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk mendukung rangkaian upacara detik-detik proklamasi 17 Agustus 2026 di Istana Merdeka Jakarta. Sebenarnya kalau untuk seleksi GBN itu peminatnya banyak. Tetapi agak mengunci pada saat ada syarat harus KTP DIY. Jadi kalau pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, pada saat ini dibuka menjadi umum, itu pesertanya akan menjadi sangat besar. Tetapi begitu pusat memberikan ketentuan bahwa yang dikirimkan harus ber-KTP DIY, ini yang kadang-kadang membuat kami harus meyakinkan bahwa orang-orang asli DIY ini mampu untuk bersaing. Kadang-kadang mereka sudah minder duluan,” urai Zita pada Jumat, 29 Mei 2026.

Zita menambahkan, melalui ruang berbagi tersebut, Disbud DIY ingin membuktikan kepada para calon peserta bahwa kompetensi musikalitas pemuda asli Yogyakarta sejatinya sangat diakui di tingkat pusat dan kerap berada di atas rata-rata nasional. Berkat mutu vokal yang bersaing itu pula, Yogyakarta memiliki tradisi kuat yang secara konsisten sukses meloloskan formasi utuh empat rumpun suara yaitu Sopran, Alto, Tenor, dan Bass ke tingkat nasional sejak tahun 2017.
“Seleksi yang ada di DIY ini menjadi patokan juga untuk teman-teman di provinsi lain. Karena kalau di provinsi lain kemungkinan seleksinya terbatas dan yang diujikan juga terbatas. Tetapi di sini seleksinya lebih kompleks. Jadi memang perlu ada sosialisasi info tambahan supaya peserta ini tidak kaget. Karena tesnya tidak hanya sekadar bisa bernyanyi, tapi dia juga harus tahu prima vista, solfegio, dan segala macam,” kata Zita menjelaskan ketatnya standar penilaian.

Kompleksitas materi ujian tersebut dibenarkan oleh salah satu dewan juri daerah yang juga berprofesi sebagai dosen musik di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Pancasona Adji.

Menurutnya, tantangan terbesar bagi setiap peserta bukan semata-mata pada penguasaan materi lagu pilihan, melainkan pada ketahanan mental saat diuji membaca partitur secara instan di hadapan tim penilai.
“Aspek penilaian meliputi kualitas materi suara, teknik vokal, interpretasi, kepatuhan terhadap partitur, serta kemampuan membaca notasi musik. Mayoritas sudah menyiapkan, tapi setelah maju jadi grogi, akhirnya tidak bisa menunjukkan kemampuan. Untuk itu kesiapan harus benar-benar 100 persen agar kapasitas dan bakat bisa keluar sepenuhnya,” papar Adji yang bertindak sebagai tim penguji bersama Linda Sitinjak, Drijastuti Jogjaningrum, Retno Pujiwati, serta perwakilan juri pusat pada Jumat, 29 Mei 2026.

Untuk memfasilitasi kesiapan para pendaftar, Disbud DIY telah menjadwalkan kelas bimbingan atau workshop kiat menghadapi audisi pada 20 Juni 2026 mendatang sebelum memasuki tahapan pengambilan nada dasar pada 9 Juli 2026 dan babak audisi utama pada 10 Juli 2026 di Kantor Disbud DIY. Registrasi daring sendiri dibuka melalui tautan s.id/daftarGBNDIY2026 hingga tanggal 6 Juli 2026 dengan syarat usia 16 sampai 23 tahun, belum menikah, serta sehat jasmani dan rohani.

Sebagai wujud apresiasi, pihak dinas juga telah mengalokasikan total uang pembinaan senilai Rp62.000.000 beserta trofi plakat dan piagam, dengan distribusi hadiah untuk Juara I sebesar Rp5.000.000 hingga Juara V sebesar Rp1.500.000 di setiap rumpun suara. Acara sosialisasi ini ditutup dengan sesi pemaparan taktis dari dua alumnus terbaik, yaitu Juara I kategori Tenor GBN DIY 2025 Gilbert Novaldo Tobing serta Juara I kategori Alto GBN DIY 2025 Theodora Naraku Natanayla Putri.