Optimalisasi Lahan dan Isu Lingkungan: Fraksi PPP DPRD Jogja Desak AMDAL Diperkuat dalam Raperda Rusun

BERITANET.ID – Perkembangan pesat pembangunan dan keterbatasan lahan di Kota Yogyakarta menjadi perhatian utama Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam pembahasan Raperda Rumah Susun (Rusun).

Fraksi ini secara khusus menyoroti dampak lingkungan dan sosial masyarakat, serta mendesak agar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) menjadi fokus yang benar-benar diperhatikan.

Menurut Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Yogya, H Setyaji Hermawan, salah satu tujuan penting disusunnya Raperda rusun adalah untuk meningkatkan kualitas perumahan dan pemukiman kumuh, serta menyediakan akses tempat tinggal yang layak dalam lingkungan yang sehat, aman, harmonis, dan berkelanjutan.

Namun, ia mengingatkan bahwa optimalisasi penggunaan sumber daya tanah perkotaan akan memberikan dampak yang signifikan.

“Atas hal tersebut maka optimalisasi atas penggunaan sumberdaya tanah perkotaan tentu sedikit banyak akan berpengaruh pada lingkungan sekitar baik dari aspek lingkungan fisik, biologis, maupun sosial-ekonomi,” jelas Hermawan.

Oleh karena itu, ia menekankan perlunya perhatian serius terhadap AMDAL.

“Atas hal tesebut analisis terhadap dampak lingkungan (AMDAL) harus benar-benar diperhatikan agar penyelenggaraan pembangunan rumah susun dapat memberikan keberlanjutan hidup dimasyarakat dan berkelanjutan dalam pembangunan tanpa merusak sumber daya alam dan lingkungan sekitar demi kesejahteraan dengan kualitas hidup masyarakat kota Yogya,” urainya.

Fraksi PPP melihat bahwa dampak besar pembangunan rusun akan terasa pada lingkungan sekitar, baik dari aspek fisik (misalnya tata air dan drainase), biologis (ekosistem lokal), maupun sosial-ekonomi (perubahan demografi dan mata pencaharian).

Dengan demikian, penguatan klausul AMDAL dalam Raperda dinilai vital untuk memastikan pembangunan rusun tidak hanya menyelesaikan masalah hunian, tetapi juga menjaga keseimbangan ekologis dan sosial kota.