Kementan Pacu Daya Saing Petani Lewat Koperasi dan Genjot Ekspor Hortikultura Lahan Kering

BERITANET.ID : Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mempercepat transformasi sektor pertanian nasional melalui penguatan hilirisasi dan kelembagaan berbasis korporasi. Komitmen tersebut diwujudkan lewat peluncuran Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) serta pelepasan ekspor produk hortikultura di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

​Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura selaku Project Director Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP), Freddy, S.T.P., M.Sc., M.P.S., Ph.D., menjelaskan bahwa program yang didanai oleh Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) ini dirancang untuk mengubah pola pikir petani tradisional agar berorientasi pada profit dan pasar global. Melalui proyek di lahan kering seluas 10.000 hektare yang mencakup 13 kabupaten, pemerintah berupaya membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan hingga proyek ini berakhir pada 2029 mendatang.

​”Kami tidak mau hanya sebatas proyek pembelian saja, tapi kami mempersiapkan fondasi sistem. Jadi, ekosistem hulu hilir ini, begitu kita siapkan, nanti kalau sudah tidak ada anggarannya lagi, mereka sudah mandiri dan bersatu dalam satu kelembagaan ekonomi petani,” ujar Freddy, Kamis malam (29/10).

​Langkah strategis ini mengonsolidasikan kelompok tani, kelompok wanita tani, serta gabungan kelompok tani di tujuh provinsi ke dalam payung hukum resmi berbentuk Koperasi Hortikultura. Pemerintah menargetkan pembentukan 350 koperasi berbadan hukum yang menaungi sekitar 25.000 petani guna memangkas rantai pasok panjang dan mengelola omset miliaran rupiah secara mandiri.

​Transformasi bisnis hulu hingga hilir tersebut langsung direalisasikan melalui pelepasan ekspor perdana 20 ton Salak Pondoh Nglumut asal Kabupaten Wonosobo senilai Rp360 juta ke Kamboja. Komoditas unggulan lereng Gunung Sindoro tersebut dipasarkan berkat kemitraan strategis antara Koperasi Produsen Hortikultura Wonosobo Dua Watumalang dan Koperasi Produsen Hortikultura Wonosobo Tiga Tripis dengan eksportir CV Agronusa pimpinan Margono, yang ditandai dengan penandatanganan dokumen kerja sama Expression of Interest.

​”Pemasarannya harus, kalau bisa, ekspor. Makanya, ini nanti habis ini, selain dari peluncuran kelembagaannya, kita langsung ada satu yang kita lakukan, fasilitasi kemitraan ekspor. Dan itu semua nanti di semua penerima manfaat ini, kita harus naikkan kelas mereka,” tegas Freddy, sembari menekankan pentingnya penerapan Good Agricultural Practices (GAP) serta penanganan pascapanen demi menjaga mutu di pasar global.

​Rangkaian Pertemuan Teknis Nasional HDDAP 2026 ini sebelumnya juga dibuka oleh Direktur Pelindungan Hortikultura, Leli Nuryati, pada Selasa malam (27/10/2026) di hadapan 310 peserta guna mendorong koordinasi lintas sektor dan pencapaian target proyek. Sebagai langkah lanjutan, Kementan menjadwalkan bimbingan teknis intensif sepanjang November hingga Desember 2026 di sembilan wilayah, meliputi Makassar, Semarang, Ende, Surabaya, Malang, Bandung, Buleleng, Medan, hingga Balige, demi mendongkrak kesejahteraan petani lahan kering secara menyeluruh.