Suadesa Festival 2026 Hadirkan Ruang Baru bagi Pertumbuhan Ekonomi Warga Desa

BERITANET.ID : Memasuki penyelenggaraan kedua, Suadesa Festival tetap menempatkan festival bukan semata-mata sebagai ruang hiburan, melainkan sebagai titik temu antara potensi ekonomi warga dan peluang pengembangan kemandirian ekonomi yang lebih luas.

Produk, keterampilan, seni, budaya, serta kreativitas warga desa dipertemukan dengan pengunjung, konsumen, pengetahuan, dan jejaring baru yang diharapkan dapat terus berkembang setelah festival selesai. Sebanyak 35 pelaku UMKM dari warga setempat & UMKM Binaan PGN, 75 pelaku seni dari waga setempat dan perwakilan komunitas, & peserta workshop akan terlibat dalam rangkaian Suadesa Festival 2026 pada 22–23 Agustus 2026 di Kedai Bahagia, Kawasan Kuliner Tiyasan, Gandok Tambakan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman.

“Warga Gandok Tambakan sudah memiliki usaha, keterampilan, dan kegiatan seni yang tumbuh dalam keseharian. Suadesa memberi ruang agar kekuatan tersebut terlihat dan bertemu dengan lebih banyak orang. Harapan kami, dengan adanya Suadesa Festival ini warga akan secara aktif mengambil peran dan memperoleh peluang lebih luas dalam pengembangan kemandirian ekonomi melalui program-program Suadesa Festival yang ada.” ujar Hananto, Kepala Padukuhan Gandok Tambakan sekaligus penyelenggara Suadesa Festival 2026.

Keterlibatan warga diwujudkan melalui empat program utama, yaitu Pasar UMKM Suadesa, Panggung Suadesa, Workshop Suadesa, dan Suadesa Peduli. Pasar UMKM Suadesa menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memasarkan produk kuliner, kerajinan, fesyen, jasa, serta produk kreatif. Panggung Suadesa menghadirkan kesenian warga desa dan musik populer untuk membangun arus kunjungan. Workshop Suadesa dan kompetisi kuliner membuka ruang peningkatan keterampilan serta kreativitas warga, sedangkan Suadesa Peduli mendorong keterlibatan masyarakat dan pengunjung dalam menjaga kebersihan serta keberlanjutan lingkungan festival.

“Kami berharap Suadesa Festival mampu membangun ruang jejaring, dan peluang ekonomi warga yang terus berkelanjutan bagi warga,” kata Krishnamurti Prawirohardjo, Ketua Panitia Suadesa Festival 2026.

Panggung Suadesa akan menghadirkan Kirab Bregodho, kesenian Hadroh dan Badui, serta penampilan Smarai, Nona Sepatu Kaca, Kampayo, Jogja 90’s, The Rain, dan Jikustik. Kehadiran musisi dan pertunjukan populer berfungsi sebagai magnet kunjungan, sementara warga, UMKM, serta potensi warga desa tetap ditempatkan sebagai cerita utama Suadesa Festival 2026.

Sebagai salah satu pihak yang terlibat langsung di Suadesa Festival 2026, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mendukung terciptanya ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat, pelaku usaha warga desa, komunitas, konsumen, dan berbagai mitra potensial. Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu memperluas visibilitas potensi warga desa dan membuka kemungkinan kolaborasi yang berlanjut setelah festival.

Division Head Corporate Social Responsibility (CSR) PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Krisdyan Widagdo, mengatakan bahwa pengembangan ekonomi masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar potensi lokal.

“Pemberdayaan ekonomi desa tidak cukup hanya dengan melihat potensi yang dimiliki masyarakat. Potensi tersebut juga perlu dipertemukan dengan pasar, pengetahuan, dan jejaring yang dapat membantunya berkembang. Melalui dukungan terhadap Suadesa Festival 2026, PGN berharap semakin banyak pelaku warga desa dikenal, memperoleh konsumen baru, dan membangun hubungan yang dapat mendukung keberlanjutan usahanya. Melaui beberapa program Suadesa Festival seperti Pasar UMKM Suadesa atau Workshop Suadesa diharapkan akan menjadi wujud pematik dalam kemandirian ekonomi yang berkelanjutan” ujar Krisdyan Widagdo.

Suadesa Festival pertama kali diselenggarakan pada 2025 di Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Penyelenggaraan kedua di Kawasan Kuliner Tiyasan tidak dirancang sebagai pengulangan format yang sama, tetapi sebagai pengembangan model festival yang disesuaikan dengan karakter, kebutuhan, serta potensi masyarakat setempat.

 “Suadesa tidak datang dengan membawa format yang sudah jadi untuk diterapkan begitu saja. Setiap wilayah memiliki karakter, persoalan, dan kekuatannya sendiri. Setelah penyelenggaraan pertama tahun lalu di Karangrejo Borobudur, tahun ini kami melihat Kawasan Gandok Tambakan memiliki potensi untuk berkembang sebagai ruang ekonomi baru khususnya untuk pelaku UMKM warga desa. Suadesa Festival hanyalah pemantik dalam menciptakan ruang baru untuk mempertemukan potensi ekonomi warga dengan publik ataupun mitra, dengan harapan akan membuka pintu baru untuk kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.” jelas Bakkar Wibowo, Inisiator Suadesa Festival.

Kawasan Kuliner Tiyasan memiliki ekosistem usaha yang terdiri dari pelaku UMKM, usaha kuliner, restoran, kedai kopi, serta berbagai aktivitas ekonomi berbasis masyarakat. Melalui Suadesa Festival 2026, arus kunjungan yang tercipta diarahkan tidak hanya untuk menikmati pertunjukan, tetapi juga mengenal produk warga, melakukan transaksi, membangun percakapan, dan membuka peluang kolaborasi.

Keberhasilan Suadesa Festival 2026 tidak hanya akan dilihat dari jumlah pengunjung selama dua hari penyelenggaraan. Aktivitas transaksi UMKM, keterlibatan warga, terbentuknya jejaring usaha, dan munculnya kolaborasi lanjutan juga menjadi indikator untuk melihat sejauh mana festival dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi warga desa.

Suadesa Festival merupakan festival warga berbasis masyarakat yang mempertemukan potensi UMKM, ekonomi warga desa, destinasi, seni, dan budaya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan. Setelah pertama kali diselenggarakan pada 2025 di Karangrejo, Borobudur, Magelang, Suadesa Festival kembali diselenggarakan pada 2026 di Kawasan Kuliner Tiyasan, Gandok Tambakan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman.

Instagram: @suadesafestival