BERITANET.ID – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Raja Ampat (IPMARAM) Zona Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Zona Salatiga telah menggelar Malam Keakraban (MAKRAB) 2026 di Pasar Blumbang Mataram Dewikerten, Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, pada 11–12 Juli 2026. Kegiatan bertema “Satu Rasa, Satu Keluarga: Membangun Solidaritas Mahasiswa Raja Ampat di Tanah Rantau” diikuti oleh sekitar 120 mahasiswa asal Raja Ampat yang sedang menempuh pendidikan di DIY dan Jawa Tengah.
MAKRAB digunakan sebagai momentum untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus memperkuat solidaritas antarmahasiswa Raja Ampat di tanah perantauan. Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk membangun karakter, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan.
Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi kepemimpinan, sejarah IPMARAM, pembekalan dari Polda DIY, diskusi kelompok, permainan edukatif, pentas seni, api unggun, renungan malam, senam pagi, Colour Fun, hingga penutupan dan foto bersama. Seluruh kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh suasana kekeluargaan.
Menurut panitia, MAKRAB tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana pembinaan bagi mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif agar mampu beradaptasi dengan kehidupan akademik, meningkatkan kapasitas diri, serta memperkuat rasa tanggung jawab sebagai generasi muda Papua yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah asal.
IPMARAM selama ini juga aktif membangun komunikasi dan menjalin koordinasi dengan aparatur pemerintah, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mendukung berbagai kegiatan organisasi. Melalui pendekatan tersebut, IPMARAM berupaya menghadirkan ruang yang positif bagi mahasiswa Raja Ampat untuk mengembangkan potensi, memperluas jejaring, serta menumbuhkan semangat persatuan, toleransi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat selama menjalani pendidikan di Yogyakarta.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman kelompok terbaik, pemberian apresiasi kepada peserta, serta komitmen bersama untuk terus menjaga persaudaraan dan mengembangkan organisasi sebagai wadah pembinaan mahasiswa Raja Ampat yang inklusif, produktif, dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia. Seluruh peserta meninggalkan lokasi kegiatan pada Minggu (12/7) siang.
