Maksimalkan Dana Abadi Umat Rp317 Juta, BPKH dan LAZISMU Serahkan Armada Mobil Jenazah di Sleman

BERITANET.ID — Langkah nyata penataan dan pemanfaatan Dana Abadi Umat kembali ditunjukkan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji atau BPKH melalui kerja sama strategis dengan LAZISMU. Kedua lembaga tersebut secara resmi meluncurkan Program Kemaslahatan di Kabupaten Sleman berupa penyerahan bantuan 1 unit mobil ambulans jenazah kepada pihak pengelola Masjid Darul Ikrom, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, pada hari Sabtu, 20 Juni 2026. Ketersediaan armada transportasi khusus ini disiapkan untuk memperkuat jangkauan layanan sosial masyarakat sekaligus mempermudah proses pengurusan jenazah agar dapat terlaksana secara lebih layak dan cepat. Adapun nilai total dari bantuan mobil ambulans jenazah yang dikelola dari dana amanah tersebut mencapai nominal Rp317.823.750.

​Ketua Yayasan Masjid Darul Ikrom, Dr. Moch. Hamied Wijaya, S.Psi., M.M., memaparkan bahwa fasilitas mobil jenazah ini didedikasikan secara luas bagi seluruh lapisan masyarakat sekitar dan penerimaannya tidak akan dikhususkan bagi jamaah masjid saja. Pihak yayasan menjamin asas keterbukaan akses agar armada ini mampu memfasilitasi kebutuhan kemanusiaan publik secara optimal.

​“Kami telah berkoordinasi dengan Dukuh Sambilegi Lor dan Sambilegi Kidul agar mobil ini dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat. Alhamdulillah, ambulans ini sudah tiga kali digunakan dan dikoordinasikan oleh tim relawan pengurusan jenazah,” jelas Moch. Hamied Wijaya dalam pemaparannya mengenai aktivitas operasional awal armada tersebut.

​Moch. Hamied Wijaya juga mengutarakan rasa terima kasih serta apresiasi yang mendalam kepada pihak BPKH bersama LAZISMU atas realisasi bantuan fisik ini. Dirinya menilai kehadiran armada ini menjadi solusi yang sangat membantu meringankan beban mobilitas masyarakat ketika harus mengantarkan jenazah menuju pemakaman di berbagai lokasi.

​“Atas nama yayasan, takmir, dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada BPKH dan LAZISMU. Kami berkomitmen mengelola kendaraan ini dengan baik, termasuk dalam hal perawatan yang telah dikoordinasikan bersama padukuhan dan masyarakat,” imbuh Moch. Hamied Wijaya menerangkan komitmen jangka panjangnya.

​Ungkapan rasa syukur senada datang dari perwakilan pemerintah setempat, yakni Kepala Dukuh Sambilegi Lor, Agus Triyono. Ia menegaskan bahwa ketersediaan mobil jenazah ini memberikan dampak positif dan maslahat yang besar bagi warga, terutama dalam menyokong kelancaran berbagai kegiatan sosial di lingkungannya.

​“Terima kasih kepada BPKH yang telah memberikan fasilitas mobil jenazah untuk masyarakat. Manfaatnya sangat dirasakan, tidak hanya untuk layanan pengurusan jenazah, tetapi juga mendukung berbagai aktivitas sosial di wilayah kami,” tutur Agus Triyono menjelaskan kondisi kemanfaatan di lapangan.

​Agus Triyono menjabarkan lebih lanjut bahwa wilayah Padukuhan Sambilegi memiliki corak aktivitas pemberdayaan masyarakat yang sangat produktif dan beragam. Kegiatan warga bergerak aktif mulai dari kelompok peternakan, budidaya perikanan, sektor ekowisata, geliat para pelaku UMKM, hingga pengembangan seni dan budaya lokal. Di samping kesibukan tersebut, warga juga telah membentuk tim relawan swadaya yang bergerak khusus dalam menangani pengurusan jenazah.

​“Kami berharap ke depan ada pendampingan dan arahan lebih lanjut sehingga layanan kepada masyarakat dapat semakin optimal,” pinta Agus Triyono terkait pengembangan kapasitas relawan ke depan.

​Menyikapi penyerahan aset kemaslahatan ini, Sekretaris Pengurus LAZISMU Pusat, Gunawan Hidayat, M.T., memberikan wejangan penting mengenai pentingnya fungsi utilitas serta aspek akuntabilitas pelaporan. Ia mengingatkan bahwa keberadaan kendaraan operasional ini harus diimbangi dengan manajemen pelaporan yang rapi agar seluruh dampaknya dapat terus terukur dan dipertanggungjawabkan kepada publik serta lembaga donor.

​“Karena ini merupakan kendaraan operasional, kuncinya adalah pemanfaatan. Kami berharap ambulans ini terus digunakan untuk melayani masyarakat dan penggunaannya dapat dilaporkan secara berkala sebagai bentuk transparansi kepada BPKH dan LAZISMU,” pesan Gunawan Hidayat memberikan penegasan.

​Gunawan Hidayat juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan berkelanjutan yang ditaruh oleh BPKH kepada LAZISMU sebagai mitra tepercaya penyaluran program kemaslahatan umat.

​“Semoga bantuan ini memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ucap Gunawan Hidayat memungkasi penjelasannya.

​Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Badan Pelaksana BPKH RI, Dr. Sulistyowati, M.E., WMI., CFP., mengingatkan seluruh pihak bahwa pendanaan pengadaan ambulans ini berakar dari dana amanah milik jamaah haji di Indonesia. Mengingat nilai moral yang melekat pada dana tersebut, tata kelolanya wajib bersandar pada prinsip transparansi, keterbukaan, dan profesionalitas yang ketat.

​“Mohon pemanfaatan ambulans ini terus dipantau dan dievaluasi. Dana yang digunakan merupakan amanah jamaah haji sehingga harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sulistyowati memberikan amanatnya.

​Sulistyowati merincikan bahwa BPKH senantiasa konsisten menyalurkan nilai manfaat dari hasil optimalisasi dana haji ke dalam koridor-koridor strategis program kemaslahatan. Skema penyaluran tersebut didistribusikan untuk bantuan penanganan kebencanaan, agenda sosial Iduladha, respons kemanusiaan universal, hingga penguatan fasilitas layanan sosial kemasyarakatan.

​“Ambulans ini harus dimanfaatkan dengan baik. Perlu ada pengaturan jadwal penggunaan, perawatan yang rutin, dan pelayanan yang maksimal agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya dan tidak ada keluhan,” tutup Sulistyowati memberikan instruksi akhir secara mendalam.