Peningkatan Kontribusi Ekspor UMKM Ditarget Capai 17 Persen

BERITANET.ID: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menargetkan peningkatan kontribusi ekspor UMKM sudah bisa tercapai minimal 17 persen pada tahun 2024 mendatang.

Saat ini, kontribusi UMKM terhadap ekspor masih 14,37 persen atau lebih rendah dibanding negara lain seperti Singapura 41 persen, Malaysia 18 persen, Thailand 29 persen, dan Jepang 25 persen dan Tiongkok 60 persen.

Sejumlah faktor menjadi penyebab masih rendahnya kontribusi UMKM pada ekspor ini.

“Populasi UMKM sebanyak 65.465.497 unit, namun kontribusinya terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) nasional sebesar 60,51 persen,” kata Teten saat membuka rapat koordinasi Bidang Koperasi dan UMKM Tahun 2021 di Yogyakarta Rabu petang 7 April 2021.

Teten membeberkan dari jumlah UMKM tersebut, sebanyak 98,7 persen merupakan Usaha Mikro dan porsi kredit perbankan yang bisa diakses baru mencapai 19,97 persen.

Selain itu, dari jumlah koperasi aktif sebanyak 127.124 unit, namun hanya berkontribusi terhadap PDB sebesar 5,1 persen. Koperasi yang diharapkan menjadi soko guru perekonomian nasional belum dapat terwujud karena belum menjadi lembaga ekonomi pilihan masyarakat.

Peningkatan ekspor UMKM ini menjadi satu dari tujuh target Kementerian Koperasi dan UKM di tahun 2024.

Selain peningkatan ekspor UMKM, Teten juga menargetkan terjadi peningkatan kontribusi UMKM terhadap PDB menjadi 65 persen dan peningkatan kontribusi koperasi terhadap PDB menjadi 5,5 persen.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim mengatakan berdasar data kementerian, dari 63,9 juta pelaku usaha mikro yang sudah memiliki legalitas usaha berupa nomor induk berusaha (NIB) baru sekitar 600 ribuan alias masih sangat kecil sekali.

“Tak adanya legalitas itu jadi kendala saat pelaku usaha itu akses permodalan,” ujar Arif. (Red)