Yogya Siap Gelar Razia Antigen Di Perbatasan Libur Panjang Imlek

BERITANET.ID : Pelaku perjalanan dari luar daerah yang melintas di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan dicek secara acak kepemilikan surat tes swab antigen dengan hasil negatif. Mereka yang belum memilikinya akan disarankan untuk melakukan tes di tempat terdekat.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, pengecekan secara acak ini untuk mengantisipasi timbulnya masalah baru.

“Secara total, pagi sampai sore tidak. Tapi kita dasarnya sampel saja. Ya kalau memang dia positif ya kalau saya ya nggka boleh masuk (Yogya). Karena itu artinya akan menimbulkkan masalah baru,” katanya di sela acara Sapa Aruh Jaga Warga di kantor Kepatihan Pemda DIY pada Selasa (9/2).

Menurut Sultan, jika tidak dilakukan maka peta epidemiologi Covid-19 DIY akan mengikuti daerah di sekitarnya. “Karena bagaimana pun kalau Jogja zona hijau dan lingkungannya merah ya mesti jadi merah (Yogya),” katanya.
Sultan mengatakan, pihaknya juga akan mengamati orang luar daerah yang datang ke Yogyakarta pada liburan panjang akhir pekan nanti. Menurutnya, kemungkinan turis datang pada Kamis (11/2) siang atau sore.
“Minggu ini kan ada libur panjang, Imlek. Hari Jumat, Sabtu, Minggu, kita juga khawatir kan tiga hari (liburnya). Berarti yang datang ke Jogja mestinya hari Kamis siang atau sore sudah nginap (hotel). Nanti kalau banyak (pengunjung) bagaimana pengaturan dari awal sampai akhir (liburan) memang harus dijaga,” katanya.

Sementara, Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, sebenarnya ada Surat Edaran (SE) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyebut pemerintah pusat, kabupaten, provinsi akan secara bersama melakukan pengecekan secara acak swab antigen kepada pelaku perjalanan.
“Tidak bisa semua (pelaku perjalanan dicek), macet nanti. Tenaga juga tidak mungkin kita akan memberhentikan itu (semua),” katanya.

Menurut Aji, pelaku perjalanan yang dicek akan lebih baik pada saat mereka keluar dari wilayah DIY. Sebab jika pada saat orang mau masuk wilayah dan diketahui belum memiliki hasil swab antigen, kemungkinan mereka tidak akan kembali ke daerah asalnya.

“Dia misal orang Jakarta datang ke sini (Jogja), dicegat (dicek) di Jalan Wates. Apa ya mau kembali ke Jakarta, pasti dia akan mencari jalan tikus (alternatif) kan. Tapi kalau dia pada saat akan keluar (Jogja) dicegati belum punya antigen, diminta (tes) antigen dulu sebelum pergi daripada nanti di lokasi tujuan nanti ditolak oleh masyarakat,” katanya.

Aji mengatakan pihaknya tidak memberikan fasilitas tes swab antigen di lokasi pengecekan sampling di perbatasan. “Kami tidak menyelenggarakan tempat tes di situ (lokasi pengecekan). Silakan tes di tempat terdekat,” ucapnya. (REd)