Libur Usai, Yogya Tancap Gas Test Covid-19 Pelaku Wisata Dan Warga Sekitar Destinasi

BERITANET.ID : Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji menyatakan akan menggencarkan test kesehatan secara proposional untuk mengetahui kondisi penularan Covid-19 selepas libur panjang cuti bersama awal November ini.

Aji menuturkan ada dua sasaran utama tes usap di tiap destinasi di Yogya yang bakal dimulai Senin 2 November 2020 itu.

“Sasaran pertama test itu adalah para pelaku wisata dan kedua warga sekitar destinasi wisata, terutama keluarga yang baru saja dikunjungi kerabatnya yang mudik saat libur panjang akhir pekan ini,” ujar Aji di Yogyakarta Ahad 1 November 2020.

Aji mengatakan dengan meratanya kunjungan wisata di sejumlah destinasi selama libur cuti bersama kali ini di Yogya, pengambilan sampel test Covid-19 itu tidak akan dilakukan pemerintah secara random atau acak. Tetapi lebih berfokus dengan pengambilan sampel secara proporsional di tiap destinasi wisata.

Menurut Aji, pemerintah juga tak akan menambah jatah sampel test Covid-19 yang sudah dialokasikan tiap harinya. Hanya mengubah target sasarannya saja. Misalnya jatah sampel yang semula dialokasikan untuk tenaga kesehatan diubah untuk pelaku wisata dan warga sekitar destinasi.

“Jumlah sampel swab tiap hari yang diambil di wilayah DIY itu kan biasanya 700-1000 orang, nah jatah sampel ini yang nantinya akan difokuskan untuk pelaku wisata dan warga sekitar destinasi,” ujarnya.

Menurut Aji, pengambilan swab dengan alokasi jatah 700-1.000 orang per hari itu sudah melampaui standar rekomendasi yang dibuat lembaga kesehatan dunia WHO.

Untuk DIY yang memiliki 3,8 juta penduduk, ketentuan WHO mensyaratkan test swab bisa menjangkau minimal 1 persen dari jumlah penduduk per per pekan atau  3.800 orang atau setara 543 orang per hari. Sehingga dengan alokasi 700-1.000 orang yang akan ditest usai liburan ini dinilai sudah cukup memadai.

Selama liburan cuti bersama ini, kunjungan di Yogya cukup tinggi. Satu contoh kecil di Kota Yogyakarta.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengungkapkan kunjungan saat libur cuti bersama 28 Oktober -1 November 2020 meningkat 3-4 kali dari hari biasa.

Ia merinci pada Kamis-Jumat, 29-30 Oktober lalu kunjungan harian di Malioboro saja mencapai 4.400 orang lebih yang tercatat dalam data QR Code di 5 zona.

Padahal pada hari biasa pengunjung yang tercatat dalam QR Code Malioboro itu hanya sekitar 1000-2000 lebih pengunjung.

“Dengan data itu, pada Sabtu-Minggu 31 Oktober-1 November (puncak liburan) kami perkirakan jumlah pengunjung di Malioboro lebih banyak lagi,” kata dia.

Selama liburan ini, ujar Heroe, tim satuan tugas Covid-19 masih menemukan banyak pelanggaran protokol kesehatan dari pengunjung terutama di Malioboro.

“Pelanggaran paling banyak menggunakan masker tidak dengan benar, dan tidak bawa masker,” ujarnya.

Sebagian besar pengunjung yang melanggar protokol itu memang diakui Heroe hanya ditegur.

“Tapi yang benar benar tidak pakai masker kami minta tidak masuk ke Malioboro,” ujarnya. (Red)