Tanggap Darurat Yogya Diperpanjang, Sampai Agustus : 90% Kasus Riwayat Luar Kota

BERITANET.ID : Pemkot Yogya mendukung langkah perpanjangan masa tanggap darurat Covid oleh Pemda DIY hingga akhir Agustus 2020 nanti.

Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi mengatakan bagi pemkot, selama masih ada kasus covid 19 yang di rawat perpanjangan itu masih penting dilakukan.

“Sebanyak 90% kasus di Yogyakarta adalah riwayat perjalanan luar kota. Jadi diperpanjang atau tidak, kita harus siap menghadapi ancaman itu. Maka langkah paling memungkinkan sekarang memang perpanman status tanggap darurat,” kata Heroe Jumat (31/7/2020).

Terlebih sejak bulan Juli kebetulan juga sebaran masih terjadi. Apalagi di bulan Juli ini banyak para mahasiswa datang ke Jogja dan wisatawan juga sudah datang, maka penguatan protokol covid 19 harus di intensifkan.

Heroe mengatakan untuk antisipasi pada saat sudah banyak orang yang berdatangan ke Jogja perpanjangan masa tanggal darurat itu dalam rangka mengkondisikan sebaran agar terkendali.

Sebab saat kondisi tersebut, pemerintah harus mampu memberikan respon lebih cepat jikalau terjadi sesuatu. Baik respon penanganan kesehatan, penanganan persoalan sosial ekonominya dan penanganan anggarannya.

Tetapi sebenarnya, ujar dia, dalam masa tanggal darurat diperpanjang atau pun tidak, kondisi normal DIY kan selalu menghadapi ancaman covid. Sebab normalnya Yogyakarta adalah kedatangan mahasiswa dan wisatawan.

Pemkot pun juga akan memperpanjang masa tanggal daruratnya.

“Meskipun di Kota Yogya kasus perkembangan tidak banyak, tetapi tamu dari luar kota sudah berdatangan, baik mahasiswa maupun wisatawan,” katanya.