ICSB Yogya : UMKM Yogya Butuh Dukungan Riset

YOGYAKARTA: Organisasi non profit yang bergerak dalam bidang pemberdayaan pelaku UMKM, Internasional Council For Small Business (ICSB) Kota Yogyakarta, meminta perlu segera terbentuknya kolaborasi yang benar benar startegis agar dapat mengangkat derajad UMKM yang selama ini masih menjadi sector penggerak perekonomian terbesar di Yogyakarta.  

Sejauh ini, UMKM seringkali masih sulit menembus ekspor karena minim pengetahuan terhadap jaringan pasar global. Pelaku UMKM kerap kurang mendapat akses informasi jaringan internasional untuk memulai memasarkan produk usahanya.

Dengan kondisi masih minimnya informasi pasar internasional itu, dibutuhkan riset mendalam sehingga UMKM bisa mendapatkan pasar global yang cocok untuk produknya.
“Tak hanya dari pemerintah, namun dukungan dari akademisi, dan periset berperan penting untuk kemajuan UMKM itu, terutama memasarkan produknya lebih luas seperti pasar internasional,” ujar Wakil Sekjen ICSB Daerah Istimewa Yogyakarta Andityas Bima Prasatya saat melakukan audiensi dengan DPRD Kota Yogyakarta Senin 9 Desember 2019.

Mengacu data terakhir yang dirilis Pemda DIY, pertumbuhan UKM di DIY tercatat dua persen pertahunnya. Jumlah UKM tahun 2018 sebanyak 259.581 yang terdiri dari 141.991 usaha mikro, usaha kecil (64.896), usaha menengah (39.196), dan usaha besar (13.498).

Besarnya potensi UMKM di DIY itu dinilai akan semakin potensial berkembang seiring operasional bandara baru di Kulon Progo.
Presiden ICSB Kota Yogyakarta Fianti mengatakan selama ini organisasinya yang berpusat di Washington dan beranggotakan 80 negara serta memiliki afiliasi regional di 16 negara sudah mulai bergerak melakukan pemberdayaan UMKM di Yogya.

Terutama melalui perwakilan forum komunikasi di 14 kecamatan yang terpusat di Griya UMKM Taman Siswa.

“Harapannya yang kami lakukan bisa berkolaborasi dengan program DPRD dan Pemerintah Kota mendorong kemajuan ekonomi kreatif UMKM itu dengan lebih banyak program nyata,” ujarnya.

Fianti menuturkan dengan jaringan
internasional ICSB yang luas, diharapkan bisa menjadi pendorong agar UMKM di Yogya mendapatkan informasi lengkap untuk memperluas jejaring pasar globalnya.

Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro sendiri menyatakan antusias dengan niatan kerjasama dan akan memfasilitasi untuk kolaborasi denan pemerintah daerah menciptakan program pemberdayaan yang kian efektif. (Taufik Hamdani)