Disnakertrans Telisik Dugaan Pelanggaran TKA Di Yogya

YOGYAKARTA: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta menyelidiki sebuah perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) di luar aturan.

Berdasarkan laporan masyarakat, perusahaan ini diduga melanggar izin usaha. 

Kepala Disnakertrans DIY Andung Prihadi mengatakan laporan kasus ini diterimanya pada Rabu (15/5). “Petugas pengawasan ketenagakerjaan sesuai ranah kewenangannya memulai penyelidikan,” kata Andung, Kamis (16/5).

Ia menjelaskan, setelah laporan ini petugas akan memeriksa dahulu dokumen laporan masyarakat tersebut. Setelah itu, sejumlah pihak yang terlibat  dipanggil untuk dimintai keterangan. 

“Penyelidikan sampai nanti ada hasilnya, apakah benar terjadi dugaan pelanggaran UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan atau tidak terjadi pelanggaran,” ucapnya. 

Paguyuban masyarakat yang melaporkan dugaan pelanggaran ini adalah Atmo 5.

“Kami laporkan ke Disnakertrans, ditembuskan ke Kantor Imigrasi Yogyakarta dan Polda DIY,” kata Koordinator Paguyuban Atmo 5 Heruwintoko. 

Ia menyebut, perusahaan tersebut berlokasi di Jalan Imogiri Barat, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Izin usahanya di bidang furniture, namun menjalankan usaha bidang makanan dan minuman. 

“Tenaga kerja asingnya ada satu orang sebagai ahli pembuat resep. Kami sampaikan aduan ke Kantor Imigrasi supaya warga asing tahu kalau mau kerja harus mengikuti prosedur ,” katanya. 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta Sutrisno mengungkapkan pengawasan terhadap warga asing yang tinggal di wilayah kerja terus berlangsung. Setiap tahun sekitar sepuluh orang ditemukan melanggar. 

Pada 2019 hingga bulan April, tujuh orang ditemukan menyalahi aturan. “Ada mahasiswa dari Timor Leste. Ada dari Jepang juga. Mayoritas over stay,” ujarnya. (Wit)