Istighosah Ulama NU DIY : Pesantren Ikut Menjadi Instrumen Penentu Arah Politik

YOGYAKARTA: Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU Daerah Istimewa Yogyakarta mengetengahkan peran pesantren dalam menciptakan suasana damai dalam pemilu. 

Pesantren dinilai ikut menjadi instrumen penentu arah politik saat ini. Lewat peranannya, kaum santri yang jumlahnya amat banyak di Indonesia diandalkan ikut menjaga kondusifitas dan suasana adem di tengah masyarakat.

“Karena pada dasarnya kaum santri memiliki sejarah besar dalam menentukan arah politik bangsa di samping kuantitas yang signifikan,” ujar Ketua Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU DIY
KH Fairuzi Afik Dalhar di sela
Istighosah dan Peringatan Harlah NU ke 96 di Pondok Pesantren Terpadu Al Mumtaz, Kerjan, Beji, Patuk, Gunungkidul yang juga dihadiri Kapolres Gunungkidul, Minggu (7/4).

Dengan startegisnya peran pasantren itu, Fairuzi mengatakan NU telah bersikap agar bersama seluruh jajaran berkepentingan menciptakan pemilu 2019 aman dan damai.

“Dengan suasana menjelang pemilu tahun 2019 yang tingkat kerawanannya semakin meningkat serta suhu politik kian memanas diperlukan upaya bersama untuk mendinginkan situasi,” katanya.

Upaya mendinginkan situasi hangat jelang pemilu ini peran serta para santri demi menjaga pelaksanaan pemilu tahun 2019 dengan aman dan damai sangat diperlukan. Seperti ikut menangkal berita berita hoax yang dapat menimbulkan perpecahan umat.

NU juga mengimbau masyarakat untuk tidak golput dan tetap menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. “ Pemilu ini harus berjalan damai dan menggembirakan,” imbuhnya

Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady menambahkan, jajaran kepolisian terus melakukan pengamanan dalam mendukung terciptanya pemilu damai.

Bahkan untuk pengamanan pemilu ini dikerahkan lebih dari 700 personel kepolisian. Juga mendapatkan dukungan dari Polda DIY. Masyarakat bisa ikut berpartisipasi untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Termasuk mendukung terselenggaranya pemilu yang aman dan kondusif.

Dalam deklarasi dan doa bersama itu, para santri berikrar. Di antaranya adalah setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, menjaga toleransi di tengah – tengah kehidupan bermasyarakat, mendukung dan turut meuwujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai, jujur, adil dan demokratis. 

Menolak segala bentuk berita bohong atau hoax, ujaran kebencian, yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia serta selalu berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat demi terwujudnya situasi aman dan damai di Yogyakarta. (Mar)