Penuhi Kebutuhan Dai, Yogya Ditarget Segera Miliki Akademi Dai
sdr

YOGYAKARTA: Kebutuhan dai di wilayah DIY dinilai masih cukup besar dan terus bertambah setiap tahunnya.

Terlebih jika sudah memasuki bulan Ramadhan, kebutuhan dai ini makin terasa sangat kurang sehingga seringkali masjid-masjid di Yogya kesulitan saat harus mencari dai yang bisa mengisi dakwah di bulan suci itu.

“Adanya laporan tentang masjid yang masih belum punya dai, atau kekurangan dai ini tengah jadi masukan penting bagi kami, sehingga saat Ramadhan tahun ini tidak ada masjid yang kesulitan mencari dai,” ujar Ir H Cholid Mahmud MT pasca dilantik sebagai
Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) DIY Minggu (17/3).

Cholid dilantik langsung oleh Ketua Umum Pengurus DDII Pusat Drs Muhammad Siddiq
menggantikan almarhum KH Sunardi Syahuri.

Cholid menuturkan dalam memenuhi kebutuhan dai di DIY pihaknya nanti segera menggelar rapat untuk menentukan formulasi tepat mengurai karena DDII ini sebagai yayasan berkolaborasi dengan banyak pihak.

Yayasan DDII sendiri saat ini telah memiliki sekolah khusus dai yakni Akademi Dai Indonesia (ADI) yang baru tersebar di 14 wilayah provinsi Indonesia. DIY pun ke depan diharapkan juga bisa memiliki satu lembaga akademi setara Diploma 2 tersebut untuk memenuhi kebutuhan dai di tengah masyarakat.

“Soal adanya akademi dai untuk wilayah DIY akan menjadi salah satu agenda penting yang akn kami matangkan ke depan agar bisa segera terealisasi, kalau bisa memang sesegera mungkin,” ujarnya.

Hanya saja, karena ini jelang Ramadhan sudah dekat dan kebutuhan dai itu mendesak mungkin dalam waktu dekat DDII DIY akan melakukan dulu semacam kursus atau pelatihan singkat dakwah. “Paling tidak agar para dai yang ada ini tidak kehabisan materi kultum di masa Ramadhan nanti,” ujar Cholid.

Ketua Umum Pengurus DDII Pusat Drs Muhammad Siddiq membenarkan jika kebutuhan dai di Indonesia masih cukup besar. Ketersediaan dai saat ini belum bisa memenuhi atau sebanding dengan banyaknya masjid yang ada sehingga tak jarang saat momentum ramadhan tiba ada masjid di wilayah kesulitan mencari dai untuk mendakwah.

“Akademi dai tentu jadi hal penting saat ini, keberadaan akademi yang sudah ada saat ini pun juga telah diakui Kementrian Agama (Kemenag) dan pendidikannya setara Diploma 2 yakni 2 tahun. Insyallah sebentar lagi di DIY punya karena secara aspek penunjangnya sudah lengkap termasuk dosen-dosennya,” ungkapnya.

Siddiq percaya di bawah kepemimpinan Cholid, DIY segera bisa memiliki akademi dai itu guna menjawab besarnya kebutuhan dai.

Siddiq mengungkap bawasanya yayasan DDII terus berikrar menyuarakan kebhinekaan di Indonesia sesuai arahan pendiri yakni Mohammad Natsir pada 1967 lalu.

“Kebhinekaan itu keyakinan kita dan harus kita cerminkan dalam hidup sehari-hari. Kami percaya bahwa kepengurusan baru DDII DIY di bawah Pak Cholid Mahmud bisa terus mempertahankan semangat tersebut karena Islam itu menjunjung tinggi perbedaan, kemerdekaan tiap-tiap manusia,” ungkapnya.

Dalam pelantikan dan pengukuhan pengurus baru DDII DIY itu secara tegas, DDII DIY juga menyatakan tidak terlibat dalam politik praktis pemilu 2019. Meski Cholif tercatat sebagai calon DPD RI, namun ia memastikan netralitas Yayasan DDII DIY di pemilu 2019.

“DDII tidak berpolitik praktis tapi lebih pada memberikan pemahaman politik secara utuh untuk ikut mensukseskan pemilu. Di masa pemilu ini kami sampaikan apa yang menurut kami baik. Bukan politik praktis ke orang A atau B tapi utamannya memberikan pemahaman untuk memilih sesuai apa yang diyakini,” ujar Cholid. 

ATX