Museum Motor Tua Yogya : Lihat Boleh, Nawar Jangan
dav

YOGYAKARTA: Museum Merpati Yogyakarta memiliki ratusan motor dan mobil tua, antik, dan langka yang membuat setiap pengunjungnya bakal terpesona.

Tapi ingat satu hal saat berkunjung ke museum milik pengusaha otomotif kenamaan Yogya David Sunar Handoko yang berada di sebelah barat Maliobori itu: Jangan coba-coba menawar.

“Ini saya koleksi biar anak cucu kita kelak tahu tentang motor dan mobil klasik, makanya saya buat museum, tak ada yang saya jual,”  ujar Handoko Sabtu pagi 9 Maret 2019.

Suatu waktu, ada seorang pengusaha asal Jakarta ke museum Handoko yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan nomor 88 Ngampilan Yogya itu. Tamu itu berminat membeli beberapa koleksi motor Handoko namun Handoko menolaknya.

“Dia marah-marah, katanya dengar saya jual motor tua, saya suruh tunjukkan orang yang kasih informasi enggak mau ngaku,” ujar pemilik jaringan dealer motor Merpati Grup itu.  

Handoko sendiri di museumnya memiliki 400 motor keluaran tahun 1916-1980, lalu 60 unit mobil keluaran 1925-1983 juga 500 sepeda kuno keluaran 1890-1970.

Motor tua keluaran Eropa, Amerika sampai Jepang ada di situ.Yang paling klasik seperti motor Indian yang merupakan motor tertua buatan tahun 1916 dan termasuk satu-satunya di Indonesia juga ada. Motor lain keluaran Inggris seperti Chater Lea 1924 yang sangat langka juga bisa dijumpai.

Untuk koleksi mobil kunonya Handoko paling menyanyangi Hudson Supersix tahun 1925-nya.

“Hudson ini mobil almarhum ayah saya, saya sekolah  diantar jemput pakai mobil itu, itu sejarah sendiri bagi saya,” ujar Handoko.

Selain itu di museum itu juga ada Jeep buatan 1944, Willys 1948, M38 tahun 1948, Overland 1953, Austin 7, Mercy 280S Barong yang pernah menjadi kendaraan dinas mantan penguasa Orde Baru Soeharto yang dibelinya dari seorang kawan di Jakarta seharga Rp 75 juta.  Handoko juga mengoleksi beberapa Mercy bekas milik diplomat asing, seperti Duta Besar India dan Pakistan (Ad.Wic)