Menteri Rini Soemarno: Jaga Kualitas Bandara Kulon Progo !
Siteplan Bandara Kulon Progo (Angkasa Pura I)

YOGYAKARTA: Menteri BUMN, Rini Sumarno, meminta kepada PT Angkasa Pura I untuk menjaga kualitas bangunan bandara baru di Kulonprogo, New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA). Karena NYIA sebagai bandara internasional termasuk salah satu bandara terbesar di Indonesia setelah Soekarno Hatta dan juga Ngurah Rai Bali.

Menurutnya hal tersebut perlu dilakukan karena menandaskan jika pembukaan NYIA tersebut bahwa pengelola akan memberikan pelayanan yang terbaik. Sehingga image dari Kulon Progo jadi New International Expo seperti Jakarta ini betul-betul mempunyai kualitas yang terbaik.

Ia menekankan kepada tim yang paling utama adalah betul-betul dikerjakan dengan sebaik mungkin dan waktu buka betul-betul diharapkan bisa memberikan pelayanan terbaik. Pemrakarsa juga harus selalu memperhatikan masalah yang sekarang dihadapi yaitu musim hujan.

“Memang kita coba terus setiap hari, tetapi hujan memang tidak bisa dihindarkan meskipun memakai pawang. Tetapi kita harus jaga kualitas. Hujan memang enggak bisa dikontrol meskipun kita pakai pawang,” ujarnya saat melakukan kunjungan di lokasi Pembangunan NYIA, Kamis 21 Februari 2019 petang.

Direktur PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi, menuturkan sebenarnya sesuai dengan kontrak dengan PT PP akan selesai Juli 2020. Namun pihaknya berkomitmen pada bulan Desember 2019 akan bisa selesai 100%. Di bulan April nanti akan selesai sebenarnya 50% tetapi posisi selesai 50%. Itu artinya airsite sudah bisa selesai 100% tetapi yang di terminalnya sekitar 30%.

“30% ini kalau akan dimanfaatkan untuk penerbangan internasional yang ada di Kulon Progo. Di mana penerbangan internasional Adi Sucipto sudah bisa dipindah nanti di bulan April,” tambahnya.

Di bulan April nanti, seluruh penerbangan internasional akan dipindah ke Kulonprogo. Hanya saja hal itu tergantung verifikasi dari Kementerian Perhubungan, sehingga hal tersebut bukan kewenangan PT Angkasa Pura I untuk menetapkan kapan bisa diope rasikan. Untuk operasional memang nanti mengacu kepada hasil verifikasi dari Kementerian Perhubungan.

Pihaknya menargetkan sekitar tanggal 7 April akan bisa diresmikan untuk penerbangan internasional. Jika nanti bisa mundur maka targetnya adalah maximal 2 minggu. Kendati demikian, pihaknya menandaskan kualitas tetap harus dikedepankan meskipun dikejar waktu.

(Ad.Wick)