Relawan Projo Bakal Gelar Rakernas di Borobudur

BERITANET.ID : Ormas Relawan saat pemilihan Presiden 2014 dan 2017, Pro Jokowi (ProJo) akan menggelar Rakernas ke-V di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada tanggal 20 hingga 22 Mei 2022 mendatang. Rencananya, Rakernas ke-V itu akan dibuka secara langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.
Ketua Umum (Ketum) Projo, Budi Arie Setiadi memaparkan Rakernas merupakan agenda organisasi yang rutin dilaksanakan. Khusus untuk Rakernas ke-V, Projo akan menentukan haluan baru pada 2024.

“Projo terbentuk dari energi dan hati rakyat. Dari sanalah kami akan merumuskan langkah-langkah untuk 2024 dalam Rakernas,” kata Budi Arie Setiadi.

Budi Arie menambahkan untuk kontestasi 2024, Projo sejalan dengan arahan Jokowi. Artinya, mereka tidak mau terburu-buru mengambil sikap karena lebih mengedepankan agenda rakyat. “Kami militan dan tegak lurus ikut komando Pak Jokowi.  Segenap pikiran, hati dan tindakan Projo adalah hanya untuk negeri, hanya untuk rakyat. Platform politik Projo adalah platform Jokowi,” tegas Budi Arie.

Dipilihnya Balkondes Ngargongondo di area Candi Borobudur bukan tanpa sebab. Ada dua alasan, yakni historis dan geomorfologis. Desa Ngargogondo hanya berjarak tiga kilometer dari Candi Borobudur, salah satu keajaiban dunia. Borobudur sendiri menjadi simbol keagungan peradaban nusantara yang menyimpan banyak catatan sejarah tentang zaman.

“Bayangkan di abad ke-8 tahun 700-an Nusantara sudah membangun gedung-gedung yang luar biasa. Pembangunan yang luar biasa yang sampai sekarang kalau kita kesana, kita akan berdecak kagum, dan geleng-geleng kepala,” sambung Budi Arie.

Balkondes Ngargogondo juga dikepung pemandangan menakjubkan. Balkondes Ngargogondo berlatar Perbukitan Menoreh didukung kondisi alam menyejukkan. Projo ingin dekat dengan alam dan masyarakatnya. Berinteraksi dengan masyarakat Desa Ngargogondo yang bermata pencaharian pertanian seperti cabe, jagung, kacang, singkon, jahe, dan kunir. Selain itu desa juga menyimpan banyak potensi budaya. Setidaknya ada dua yang cukup mashyur, yakni  kerajinan Krombong Anyam Kepang dan tari Topeng Ireng.

Projo adalah organisasi kemasyarakatan pendukung Joko Widodo. Organisasi itu bersifat sukarela, terbuka, sosial, tidak membeda-bedakan ras, suku, agama, golongan, serta latar belakang sosial politik kemasyarakatan. Ditilik secara etimologi, Projo berasal dari Bahasa Sanskerta yang berarti pemerintahan negeri, kerajaan, atau istana. Dalam Bahasa Jawa Kawi artinya rakyat. Jadi orang-orang yang mengaku Projo adalah orang-orang yang mencintai negeri dan rakyat. Projo didirikan 23 Desember 2013. Deklaratornya antara lain Budi Arie Setiadi, Gunawan Wirosaroyo, Suryo Sumpeno, dan tokoh penting lainnya. (Red)