Masuk Kriteria Pemimpin IKN Nusantara Berlatar Arsitek, Ini Karya Ridwan Kamil yang Mendunia

Ridwan Kamil (ist)

BERITANET.ID : Nama Ibu Kota Negara (IKN) kita di masa depan: Nusantara. Presiden RI Joko Widodo, yang memberi nama itu. Bahkan Presiden Jokowi menyebutkan kriteria pemimpin yang tepat untuk ibu kota baru kelak.

“Paling tidak pernah memimpin daerah dan punya background arsitek,” kata Presiden Jokowi saat bertemu pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Tentu saja, publik langsung ingat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang memang dikenal sebagai arsitek jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebelum memutuskan terjun ke dunia politik, pekerjaan Ridwan Kamil, ya arsitek.

Namun Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil memilih tak banyak berkomentar dan tak mau berandai-andai terkait pernyataan Presiden Joko Widodo soal ibu kota negara itu merujuk dirinya.

“Kalau saya tidak mau berandai-andai ya. Belum pasti saya juga. Saya baru baca tadi malam, kriteria kepala daerah arsitek kan nggak hanya saya,” kata Ridwan Kamil dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (21/1).

Memang, tidak sedikit kalangan menyebut-nyebut Ridwan Kamil, sebagai salah satu kandidat yang dimaksud oleh Presiden Jokowi. Walau Ridwan Kamil sendiri tak ingin berspekulasi. Apalagi berandai-andai.

Jauh hari ketika diamanahi menjadi Wali Kota Bandung hingga Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil merupakan praktisi sekaligus dosen arsitektur di ITB.

Karya rancangan Ridwan Kamil, tak hanya di Indonesia. Tetapi tersebar hingga ke benua Asia dan Eropa. Ciri khas desain karya pria yang akrab disapa Kang Emil itu, adalah filosofi yang mendalam dalam setiap goresannya.

Melalui firma arsitektur Urbane, karya ridwan kamil ada di berbagai daerah Indonesia dan mancanegara. Di antaranya masjid berbahan batako; terbuat dari abu letusan gunung merapi, Museum Tsunami di Aceh, Sekolah anti gempa di Pangalengan Bandung, kawasan elit di Kuningan Jakarta, superblok di Cina, sampai bangunan di Syiria.

Salah satu karya Kang Emil yang monumental di dalam negeri adalah Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh. Bangunan itu menggambarkan bagaimana rakyat Aceh bersedih dan bangkit dari bencana besar yang terjadi pada 2004 lalu.

Kemudian, Marina Bay Waterfront di Singapura. Tak ketinggalan sebuah rancangan kota baru dan dianggap sebagai salah satu kota masa depan, Ningbo Newtown, Tiongkok.

Tak hanya mendesain soal bangunan dan kawasan publik, lulusan Universitas California Berkeley ini juga getol merancang desain masjid di dalam dan luar negeri. Salah satu karyanya Masjid 99 Kubah di Kota Makassar. Ada pula Masjid Syeikh Ajlin di Palestina, yang masih dalam tahap pembangunan.

Tak kurang dua puluh penghargaan terkait karya arsitektur dan tata kota diraih Kang Emil. Rancangan masjid Al-Irsyad yang dipersembahkan bagi mendiang ayahnya, diganjar _Top 5 best Building of The year 2010_ oleh _ArchDaily_. Menjadi satu dari 25 masjid terindah di dunia versi _Complex Magazine_.

Tepat bila Presiden Jokowi mengungkap kriteria pemimpin IKN Nusantara, salah satunya memahami dunia arsitektur. Sebab pengembangan IKN jauh ke depan, pasti membutuhkan sosok pemimpin yang visioner, inovatif dan ramah lingkungan.

Sosok Ridwan Kamil merupakan seorang arsitek sebelum akhirnya terjun ke kancah politik. Ridwan Kamil juga pernah menjadi Wali Kota Bandung sebelum saat ini Gubernur Jawa Barat.

“Namun siapa pun yang terpilih harus maksimal membangun ibu kota yang diputuskan pindah ke Kalimantan. Jadi saya tidak mau geer (gede rasa) dan tidak mau berandai-andai, takut salah,” kata Ridwan Kamil.

Ketika disinggung mengenai kesiapan, Ridwan Kamil menilai fokus saat ini masih menuntaskan janji-janji politiknya sebagai Gubernur Jawa Barat.

“Saat ini saya belum bisa menjawab, saya masih Gubernur Jawa Barat. Saya belum bisa menjawab hal yang belum pasti. Saya tidak mau berandai-andai,” kata dia. (Red)