Ketinggian Kubah Lava Merapi Sudah Menjulang 45 Meter

BERITANET.ID : Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan ketinggian kubah lava Gunung Merapi di tengah kawah saat ini sudah terukur setinggi 45 meter.

Hal ini berdasarkan analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 5 Maret terhadap tanggal 1 Maret 2021.

“Ada perubahan ketinggian kubah di tengah kawah terukur sebesar 45 meter,” ujar Kepala BPPTKG Hanik Humaida Jumat 5 Maret 2021.

Hanik mengatakan hasil pengamatan 26 Februari – 4 Maret 2021 perubahan morfologi area puncak Merapi saat ini terus terjadi karena aktivitas guguran dan pertumbuhan kubah.

Volume kubah lava Merapi lainnya yakni di sektor barat daya juga terus bertumbuh hingga sebesar 711.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan rata-rata 13.900 meter kubik/hari.

Dalam periode pengamatan sepekan ini, BPPTKG mencatat awan panas guguran terjadi sebanyak 10 kali dengan estimasi jarak luncur maksimal 1.900 meter ke arah barat daya dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 60 mm dan durasi 171 detik.

“Kejadian awan panas guguran tersebut teramati dari CCTV Pangukrejo,” katanya.

Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi hari, sedangkan siang hingga malam hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 300 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada tanggal 27 Februari 2021 pukul 16.00 WIB. 

Selain meluncurkan 10 kali awan panas guguran dalam sepekan terakhir, Merapi juga mengalami 1 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 4 kali gempa Fase Banyak (MP), 1.135 kali gempa Guguran (RF), 71 kali gempa Hembusan (DG) dan 3 kali gempa Tektonik (TT).

“Secara umum kegempaan internal pada minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu, sedangkan gempa di permukaan seperti gempa guguran dan awanpanas guguran meningkat,” kata Hanik.
 
Sedangkan deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.

Hanik mengatakan pada sepekan terakhir ini juga terus terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 83 mm/jam selama 45 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 2 Maret 2021.

“Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” ujarnya.
 
BPPTKG menyimpulkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga.

BPPTKG juga merekomendasikan    Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten sebagai wilayah yang mengelilingi Merapi agar melakukan upaya – upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi yang terjadi saat ini.  

“Kami minta masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya,” kata dia. (Red)