Muhammadiyah DIY Ingatkan Potensi Lonjakan Kasus Akibat Kerumunan Pilkada

BERITANET.ID : Total kasus positif covid 19 di Daerah Istimewa Yogyakarya hingga Jumat 20 November tembus menjadi sebanyak 5.004 kasus atau meningkat 1.000 kasus lebih dibanding akhir libur panjang 31 Oktober 2020 lalu yang saat itu masih 3.835 kasus.

Menjelang dilaksanakannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di sejumlah wilayah di Indonesia pada 9 Desember 2020, termasuk di tiga kabupaten DIY yakni Sleman, Bantul, dan Gunungkidul, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY pun kembali mengingatkan kasus Covid DIY bisa kembali terjadi jika tak hati hati.

Muhammadiyah menaruh perhatian besar pada momentum pesta demokrasi yang tetap digelar saat kasus pandemi COVID-19 belum mereda juga hingga November ini. Bahkan malah semakin melesat.

“Sejak awal, Muhammadiyah telah bersikap dan mengingatkan agar pilkada serentak 2020 ini ditunda. Tapi dalam perjalanannya proses pilkada tetap berlangsung,” kata Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PWM DIY, Suwandi Danusubroto dalam konferensi pers di Kantor PW Muhammadiyah DIY, Jl. Gedong Kuning 130 Yogya Jumat (20/11/2020).

Muhammadiyah menilai keselamatan masyarakat di masa wabah yang sudah menelan banyak korban jiwa ini lebih penting daripada pemilihan kepala daerah.

Oleh sebab itu, ketika Pilkada tetap diputuskan lanjut, Muhammadiyah mendesak para penyelenggara pilkada khususnya pemerintah dapat bertanggung jawab penuh atas keputusannya. Yakni dengan mengantisipasi agar lonjakan penyebaran COVID-19 tak terjadi.

Kekhawatiran PWM sangat beralasan. Pelaksanaan pilkada di Kabupaten Sleman,Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul berpotensi memunculkan kasus positif bila tidak disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

“Sikap yang pernah disampaikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah soal pemilihan kepala daerah juga sudah jelas,” kata Suwandi yang didampingi Saleh Tjan dan Farid Bambang Siswantoro.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti sebelumnya mengimbau Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mempertimbangkan ulang dan meninjau kembali rencana Pilkada serentak 2020.

Agar pilkada di Sleman, Bantul dan Gunungkidul tidak memunculkan kasus positif COVID-19 baru, Saleh Tjan mengajak semua pihak bisa secara disiplin menegakkan protokol kesehatan.

Yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Saleh mengajak para calon bupati, calon wakil bupati dan para tim sukses pilkada memberi contoh dalam penerapan protokol kesehatan.

“Mari bersama-sama menekan angka penularan virus corona di DIY dengan menjaga diri dan menjaga orang lain,” ajak Saleh. (***)