Cawabup Martanty Soenar Dewi : Progres Pembangunan Gunungkidul Harus Berlanjut

BERITANET.ID: Calon Wakil Bupati Gunungkidul, Martanty Soenar Dewi yang merupakan pasangan cabup  sekaligus petahana wakil bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi, berkomitmen melanjutkan pembangunan Gunungkidul ke arah lebih baik.

“Pak Immawan sudah sangat mengenal tata kelola pemerintahan di Gunungkidul dengan sangat baik saat memimpin bersama Bu Badingah selama ini,hal hal baik yang sudah ada ini harus dilanjutkan dengan inovasi inovasi baru dan akselerasi lebih baik,” kata Martanty Minggu 2 November 2020.

Martanty menilai dengan pengalaman Immawan tentu program-program kelanjutan pembangunan yang disusun pun akan lebih cepat dijalankan. Baik dalam membangun Gunungkidul maupun dalam mengatasi dampak covid-19.

Program yang disusun Martanty bersama cabup Immawan salah satunya program memajukan industri pariwisata di Gunungkidul.

Pariwisata yang saat ini bekembang dengan baik di Gunungkidul telah memberi banyak manfaat turunan bagi sektor lain, dari kerajinan, kuliner, hingga penginapan.

Gunungkidul saat ini menjadi salah satu andalan magnet wisata di DIY. Potensi alam luar biasa menjadi keunggulan dengan bentang garis pantai dan karst yang dimiliki.

Namun begitu saat ini, ujar Martanty, masih terdapat beberapa permasalahan yang terjadi sehingga pariwisata di Bumi Handayani belum maksimal. Martanty misalnya mengatakan saat ini di Gunungkidul masih terdapat banyak penambangan karst secara liar yang mengancam keseimbangan ekosistem alam.

“Alam Gunungkidul sangat luar biasa tapi kalau tidak dijaga bisa rusak. Masih banyak penambangan liar karst yang tentu lambat laun akan merusak alam. Dinas terkait harus memberikan pengawasan, ijin penambangan juga diseleksi tak asal saja tapi komitmen dan aturan ditegaskan. Potensi wisata kita bisa tercela hanya karena penambang liar yang ada,” ungkap Martanty

Martanty menyebut pula selama ini  roadmap wisata yang sudah disusun bupati Badingah dan wakil bupati Immawan Wahyudi saat ini sudah sangat baik.

“Tapi yang perlu dikejar lagi lenght of stay (lama tinggal wisatawan) di Gunungkidul karena masih sebentar sekali, orang jalan-jalan di Guningkidul tapi menginapnya di Kota Yogyakarta, ya Gunungkidul akhirnya cuma kebagian penghadilan dari retribusi saja sekitar Rp 10 ribu,” ungkapnya lagi.

Sebagai satu-satunya pasangan calon pilkada 2020 yang berasal dari unsur petahana, Immawan pun dinilai telah memiliki pengalaman nyata bagaimana selama ini membuat rencana pembangunan dan tata kelola pemerintahan Gunungkidul berjalan sesuai rencana.

Martany menuturkan ada sejumlah program lama yang masih perlu dikebut dan dilanjutkan segera. Mengingat bupati dan wakil bupati Gunungkidul terpilih berikutnya hanya akan menjabat selama 3 tahun dan 8 bulan.

Program lama itu antara lain sumur bor untuk mengatasi kekeringan di Gunungkidul. Menurutnya pada dasarnya, Gunungkidul memiliki air yang melimpah di sungai-sungai bawah tanah.

“Namun, untuk mengangkatnya ke permukaan membutuhkan investasi yang besar sehingga membutuhkan investor,” ujarnya.

“Dengan slogan Bismilah GAAS, kita akan bangun Gunungkidup Aman Ayem Sejahtera,” kata Martanty. (Red)