Cawabup Martanty Soenar Dewi: Pilkada 2020 Peluang Perempuan Gunungkidul Lebih Maju

BERITANET.ID: Martanty Soenar Dewi, satu-satunya calon perempuan dalam Pilkada Gunungkidul mengikuti Debat Pilkada Gunungkidul di Gedung TVRI Yogyakarta, Selasa (27/10) malam.

Dalam Pilkada Gunungkidul, Martanty yang berpasangan dengan Immawan Wahyudi selaku petahana wakil bupati Gunungkidul menilai, peluang perempuan Gunungkidul untuk berdaya masih besar dan harus dioptimalkan.

“Sangat besar peluang perempuan Gunungkidul untuk lebih maju lagi, misalnya membuat makanan olahan mete atau kerajinan bambu. Namun, untuk memberdayakan mereka, harus ada dorongan-dorongan dan perhatian khusus dalam bentuk pelatihan dan pendampingan, pengolahan, pengemasan, dan pemasaran,” katanya.

Martanty pun bertekad kuat membawa kaum perempuan di Gunungkidul jika kelak bisa terpilih dalam Pilkada serentak yang digelar pada 9 Desember 2020.

Apalagi kebetulan dalam pilkada Gunungkidul nanti adalah satu-satunya perempuan yang ikut berlaga. Sehingga bisa menjadi perwakilan dan tumpuan suara kalangan perempuan.

“Perempuan di Gunungkidul ini sosok sosok luar biasa, kami ingin perempuan tidak dinomorduakan, atau hanya mengasuh anak, mengurus rumah tangga saja tapi bisa berkarya produktif paling tidak mencukupi diri sendiri dan keluarga,” ungkap Martanty yang merupakan keturunan trah Bupati Pertama Gunungkidul Tumenggung Pontjodirjo yang memimpin pada tahun 1831 itu.

Martanty pun mengaku sudah menyiapkan sejumlah program pemberdayaan bagi kaum perempuan jika terpilih.

“Gunungkidul punya potensi besar yang bisa digarap kaum perempuan. Misalnya di satu desa produksi tempe atau kerajinan bambu, bisa produksi tapi tidak bisa memasarkan. Ini yang ingin kita maksimalkan. Bagaimana memaksimalkan akses termasuk ke perbankan,” ungkap dia lagi.

Martanty sebagai satu-satunya perempuan dalam pilkada tahun 2020 ini dinilai menjadi keuntungan sendiri. Terlebih saat musti menghadapi calon lain yang seluruhnya laki-laki, pun Martanty mengaku tidak canggung.

“Mudah-mudahan kalau sama-sama perempuan itu lebih memahami apa yang dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi,” pungkas dia.

Martanty yang diusung Partai Nasdem itu pun sangat percaya diri menyambut kontestasi pilkada yang akan digelar 9 Desember mendatang. Terlebih berpasangan dengan calon bupati yang sudah dua periode ini ikut memimpin Gunungkidul sebagai wakil bupati sehingga sangat paham berbagai persoalan yang muncul.

Martanty mengaku ingin mewakili suara perempuan Gunungkidul yang presentasenya mencapai 51,4 persen dari total warga Gunungkidul.

“Perempuan selama ini seperti orang terpinggirkan bila tidak terwakili. Kami ingin agar perempuan terangkat, bisa mandiri, produktif agar keluarga bisa terangkat. Atau paling tidak ya tidak ngandong suami, tapi perempuan bisa mencukupi diri sendiri,” ungkapnya.

Dalam Pilkada Gunungkidul tahun 2020 tercatat empat pasangan calon ikut serta.

Pasangan nomor urut 1 yakni Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto, nomor urut 2 Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi, nomor urut 3 Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi dan nomor urut 4 Sunaryanta-Heri Susanto. (Rls)