Antusiasme Program Amal Music & Talk Show Magister UII di Masjid Ontowiryo Purworejo

BERITANET.ID : Magister Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI), bersama Yayasan Masjid Kita menyelenggarakan program amal Arc Music & Talk Show: Time Inception Charity For Worship secara daring melalui akun Yotube Mars UII di Masjid Ontowiryo, Jalan Daendels, Ngombol, Purworejo, pada Kamis (22/10).
Ketua Yayasan Masjid Kita, Suparwoko mengatakan, Masjid Ontowiryo dibangun sejak 2018 untuk menyambut kehadiran Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) atau Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Masjid ini ke depan diharapkan bisa menjadi rest area yang juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kami juga akan mengembangkan ekonomi daerah. Membeli bahan hasil pertanian dari masyarakat setempat untuk bisa dijual di sini, kerajinan dan sebagainya. Kami akan melibatkan mereka di rest area Masjid Ontowiryo,” katanya.
Suparwoko mengatakan, untuk gedung masjid ini anggaran pembangunannya sekitar Rp3,6 miliar. Sedangkan proses pembangunannya sampai saat ini sudah mencapai kisaran 44 persen.
Dosen Arsitektur UII ini mengatakan, ada berbagai keistimewaan dari masjid ini dari sisi arsitektur. Yakni atapnya yang mempunyai potensi dikembangkan energi surya yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian warga sekitar.
Selain itu juga bisa diakses untuk kalangan diafbel. Karena memiliki ramp untuk jalur kursi roda dengan kemiringan 7 derajat di bangunan yang terletak di sebelah timur. Sedangkan untuk cahaya dan udara memanfaatkan kekuatan alam.
“Baik cahaya maupun anginnya kami gunakan faktor-faktor alam. Bagaimana memasukkan cahaya yang cukup dan angin sehingga tidak lembab,” kata pria yang juga sebagai arsitek dari bangunan masjid ini.
Program amal Arc Music & Talk Show ini merupakan yang pertama. Dalam acara ini dihadirkan juga grup musik dari Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) yang personilnya merupakan para arsitek lulusan dari UII dengan membawakan lagu-lagu Islami. Selain itu para personil ini juga menceritakan pengalamannya dalam mengerjakan berbagai proyek yang dilakukan.
Salah seorang Dewan Pembina Masjid Ontowiryo, Dwi Wahyu Atmaji mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Magister Arsitektur UII, IAI yang telah berkolaborasi dalam menyajikan musik dan talkshow ini.
Pria yang juga sebagai Sekretaris Kementerian PANRB ini mengatakan, Masjid Ontowiryo ini diharapkan bisa menjadi masjid yang makmur, inklusif. “Mudah-mudahan Masjid Ontowiryo ini bisa menjadi seperti yang diharapkan umat kita bersama,” ucapnya.(rid)

di Masjid Ontowiryo Purworejo
Yogyakarta, Koran Jogja – Magister Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI), bersama Yayasan Masjid Kita menyelenggarakan program amal Arc Music & Talk Show: Time Inception Charity For Worship secara daring melalui akun Yotube Mars UII di Masjid Ontowiryo, Jalan Daendels, Ngombol, Purworejo, pada Kamis (22/10).
Ketua Yayasan Masjid Kita, Suparwoko mengatakan, Masjid Ontowiryo dibangun sejak 2018 untuk menyambut kehadiran Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) atau Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Masjid ini ke depan diharapkan bisa menjadi rest area yang juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kami juga akan mengembangkan ekonomi daerah. Membeli bahan hasil pertanian dari masyarakat setempat untuk bisa dijual di sini, kerajinan dan sebagainya. Kami akan melibatkan mereka di rest area Masjid Ontowiryo,” katanya.
Suparwoko mengatakan, untuk gedung masjid ini anggaran pembangunannya sekitar Rp3,6 miliar. Sedangkan proses pembangunannya sampai saat ini sudah mencapai kisaran 44 persen.
Dosen Arsitektur UII ini mengatakan, ada berbagai keistimewaan dari masjid ini dari sisi arsitektur. Yakni atapnya yang mempunyai potensi dikembangkan energi surya yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian warga sekitar.
Selain itu juga bisa diakses untuk kalangan diafbel. Karena memiliki ramp untuk jalur kursi roda dengan kemiringan 7 derajat di bangunan yang terletak di sebelah timur. Sedangkan untuk cahaya dan udara memanfaatkan kekuatan alam.
“Baik cahaya maupun anginnya kami gunakan faktor-faktor alam. Bagaimana memasukkan cahaya yang cukup dan angin sehingga tidak lembab,” kata pria yang juga sebagai arsitek dari bangunan masjid ini.
Program amal Arc Music & Talk Show ini merupakan yang pertama. Dalam acara ini dihadirkan juga grup musik dari Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) yang personilnya merupakan para arsitek lulusan dari UII dengan membawakan lagu-lagu Islami. Selain itu para personil ini juga menceritakan pengalamannya dalam mengerjakan berbagai proyek yang dilakukan.
Salah seorang Dewan Pembina Masjid Ontowiryo, Dwi Wahyu Atmaji mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Magister Arsitektur UII, IAI yang telah berkolaborasi dalam menyajikan musik dan talkshow ini.
Pria yang juga sebagai Sekretaris Kementerian PANRB ini mengatakan, Masjid Ontowiryo ini diharapkan bisa menjadi masjid yang makmur, inklusif. “Mudah-mudahan Masjid Ontowiryo ini bisa menjadi seperti yang diharapkan umat kita bersama,” ucapnya. (Ren)