Danrem 072 Pamungkas: Jaga Kondusifitas Pilkada 2020 Dan  Patuhi Protokol Kesehatan

 

Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Ibnu Bintang
Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Ibnu Bintang

BERITANET.ID : Komandan Korem (Danrem) 072 Pamungkas Brigjen TNI Ibnu Bintang mengungkapkan berbagai pihak musti bersama-sama dapat menjaga kondisifitas dalam momentum pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang jatuh 9 Desember 2020 nanti.

Korem 072/Pamungkas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menyiapkan pasukan di masing-masing Kodim untuk mengamankan Pilkada 2020.

Ibnu mengatakan di wilayah DIY-Jawa Tengah ada 7 daerah yang akan melaksanakan Pilkada. Terbagi
4 di wilayah Jawa Tengah (Magelang, Purworejo, Wonosobo, Kebumen) dan 3 di wilayah Yogyakarta (Sleman, Bantul, Gunungkidul).

“Yang perlu juga dijaga bahwa pilkada kali ini juga ada masa pandemi Covid-19. Jadi saat ini sedang memonitor keadaan, misalnya kalau ada kerumunan dari Kodim akan turun untuk pengamanan agar tidak timbul kluster baru,” ujarnya dalam kegiatan Coffee Morning Komandan Korem Pamungkas 072 dengan puluhan Insan Pers wilayah DIY, Jumat (25/9).

Terkait netralitas TNI, Danrem mengatakan sekarang sudah mulai diperintahkan kepada seluruh anggota. Ia pun menceritakan perumpamaan netralitas TNI, misal ada suatu pesta di dalam suatu ruangan, kita mengamankan pesta itu di luar gedung.

“Jangan narik-narik tentara ke dalam untuk ikut joged-joged dan jangan coba-coba tentara ikut masuk, nanti mabuk. Kita di luar saja mengamankan agar tidak terganggu. Istilahnya seperti itu,” ujarnya.

Untuk antisipasi Pilkada, Danrem mengatakan selalu ada karena dari awal kegiatan apapun, selalu ada antisipasi, tak hanya kerusuhan dan sebagainya, tapi masalah Covid-19, juga diantisipasi.

“Kami akan selalu ingatkan agar tidak bergerombol atau mengadakan konser musik,” ucapnya.
“Kita akan berjuang supaya sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat bisa terus dilakukan,” imbuhnya.

Danrem pun memberikan contoh peristiwa yang pernah dialami anggota terkait Pilkada. “Anggota punya motor, dipakai kampanye anaknya atau tidak sengaja mobil atau motor dinasnya ditempel gambar partai atau calon. Hal-hal begini sudah saya ingatkan,” katanya.

“Kalau mau berangkat atau bergerak, tolong dicek motor atau mobilnya, jangan sampai ada gambar partai atau calon,” imbuhnya.

Danrem juga mengingatkan agar  TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) juga tidak menjadi ajang kampanye, misal di sektor yang dibangun ada gambar calon. “Jangan dicopot oleh tentara, tapi lapor ke Bawaslu agar kita tidak disalahkan,” katanya.

“Untuk itu saya minta bantuan kepada wartawan agar menjadi mata dan telinga kami supaya ketika ada permasalahan tidak bergulir lebih besar,” imbuhnya. (***/rls)