Pemkot Yogya Gandeng BPD dan BI Luncurkan Bus SEMAR Perkuat UMKM
Searah jarum jam : Direktur BI Yogyakarta Hilman Tisnawan, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti serta  Direktur Utama BPD DIY Santoso Rahmad saat meluncurkan bus Semar School.
Searah jarum jam : Direktur BI Yogyakarta Hilman Tisnawan, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti serta Direktur Utama BPD DIY Santoso Rahmad saat meluncurkan bus Semar School.

BERITANET.ID:  Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY Santoso Rohmad mengatakan untuk memperluas pasar agar aktivitas ekonomi terus berlanjut di masa pandemi ini, salah satu cara yang paling memungkinkan ditempuh UMKM yakni dengan masuk marketplace atau menguatkan transaksi onlinenya.

“Pemerintah DIY melalui bank daerah yang akan memback-up pedagang agar dapat melakukan berbagai transaksi online itu. Baik dari sisi bantuan pendanaan maupun account untuk transaksi digital itu,”ujar Santoso di sela peluncuran bus SEMAR bersama Pemkot Yogyakarta dan Bank Indonesia Selasa 22 September 2020

Ya, masa pandemi Covid-19 ini, dimanfaatkan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menggenjot kesadaran para pelaku usaha informal khususnya mereka yang bergerak di sektor wisata untuk naik kelas.

Terbaru, Pemkot Yogyakarta menggandeng paguyuban Pasar Beringharjo untuk melakukan digitalisasi pada seluruh dagangannya agar dapat ditawarkan secara online tanpa kecuali.

Para pedagang secara bergilir dan berkelompok ditatar agar mendapat pengetahuan sekaligus bimbingan langsung untuk menerapkan digitalisasi itu.

Uniknya kelas untuk menatar para pedagang itu menggunakan sebuah bus pariwisata yang sudah dirombak interiornya, mirip sebuah kelas.

Bus itu yang akan bergerak mendekati pasar yang dituju sesuai jadwal beserta para relawannya. Lalu setelah sampai, kelompok para pedagang secara bergilir dibimbing para relawan agar mendapat arahan tentang digitalisasi produk mereka.

“Saat ini sudah masuk angkatan ke-4 untuk pedagang di Beringharjo yang mendapatkan pembelajaran tentang digitalisasi produk mereka,” ujar Ketua Yayasan Beringharjo Inisiatif, Zaki Sirraj di sela peluncuran bus bernama Semar itu di Yogyakarta Selasa 22 September 2020.

Bus Semar sendiri merupakan kependekan dari Smart Traditional Market. Dari program ini relawan yang diterjunkan akan membantu pedagang pasar tradisional berdagang secara online.

Tugas dari relawan itu membantu mendata produk, mengkurasi, foto produk, desain grafis, desain produk, dan kemasan digital marketing, digital branding dan supply chain management sehingga pedagang bisa memiliki jejaring online yang kuat.

Arah program ini membawa pedagang masuk ke ranah marketplace yang menghubungkan mereka dengan produk-produk pasar atau offline store agar diperdagangkan secara online.

Zaki mengatakan di Pasar Beringharjo ada kurang lebih 5 ribu pedagang. “Namun baru 10 persen yang melek digital,” ujarnya.

Adapun pedagang Beringharjo yang melek digital itu kebanyak pedagang batik dan berunsur tekstil. Yang kebanyakan tersebar di lantai satu bagian barat atau dekat jalan Malioboro.

“Tapi untuk pedagang yang ada di lorong timur lantai satu, lantai dua, dan lantai tiga harus didampingi, agar bisa masuk marketplace dan jualan online,” ujarnya.

Zaki mengatakan, bus hanya sebagai sarana alternatif pembelajaran di masa pandemi ini. Selain di bus sebenarnya ada studio kecil khusus yang berada di dalam Pasar Beringharjo.

Dalam pendampingan ini, pertama pedagang diberi pelatihan mengambil foto produknya. Lalu dikurasi, dikemas, diberi branding, kemudian dijual secara online.

Zaki mengatakan pandemi ini pasokan ke pedagang pasar tak hanya Beringharjo kebanyakan berhenti total karena tidak ada pembeli. Sehingga dari cara online itu pedagang bisa langsung kontak lagi dengan supliyernya.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, ada hikmah di balik pandemi Covid-19 ini. “Muncul kreativitas baru berupa inovasi ini untuk pengembangan pedagang pasar,” kata dia.

Dari Pasar Beringharjo, selanjutnya dapat dilanjutkan ke pasar-pasar tradisional lain di wilayah Kota Yogyakarta.

Sedangkan Direktur Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta Hilman Tisnawan mengatakan nilai capaian implementasi elektronifikasi atau transaksi digital di wilayah Yogyakarta saat memiliki poin sebesar 3,52 poin (dari maksimal 5 poin) atau mencapai tahap 3 yakni tahap ekspansi. (Win/Hun)