Menu Click to open Menus
Home » Bisnis » PD. Tarumartani Siap Kelola Pangan DIY dari Hulu ke Hilir

PD. Tarumartani Siap Kelola Pangan DIY dari Hulu ke Hilir

Nur Ahmad Afandi, Direktur Utama PD. Tarumartani (kanan) saat diskusi dengan anggota Komisi B DPRD DIY, Nurcholis Sabtu (4/7)

BERITANET.ID: PD Tarumartani menyatakan siap sepenuhnya jika mendapatkan tugas dari Pemda DIY untuk memaksimalkan sistem industri pangan dari hulu ke hilir.

Tarumartani dalam beberapa waktu terakhir sudah memetakan permasalahan yang terjadi dalam industri pangan DIY.

“Dari on farm-nya harus ada pembenahan di mana petani harus mendapat bibit dan pupuk yang berkualitas. Lalu setelah itu, bagaimana hasil pertanian itu mendapatkan pasar. Tarumartani menurut saya siap jika memang diberikan tugas untuk memaksimalkan industri pangan dari hulu ke hilir, terlebih DIY punya semua komponennya mulai sawah sampai pasarnya ada,” ujar Nur Ahmad Afandi, Direktur Utama PD. Tarumartani di sela diskusi dengan anggota Komisi B DPRD DIY Nurcholis, Sabtu (4/7).

Tarumartani sendiri saat ini menyimpan cadangan pangan dari DIY dan dua kabupaten yakni Sleman serta Kota Yogyakarta. Total beras yang ada di gudang Tarumartani serta Gabungan Kelompok Tani di bawah naungan kerjasama Tarumartani berjumlah 326 ton. Komisi B DPRD DIY yang diwakili anggotanya, Nurcholis yang melakukan peninjauan ke gudang pangan yang dikelola PD Tarumartani, Sabtu (04/07/2020 menyatakan akan mendorong pemaksimalan peran Tarumartani yang sejak beberapa tahun terakhir bertambah fungsi sebagai penjaga ketahanan pangan DIY.

Nurcholis mengatakan perlu ada sistem pangan yang baik di DIY untuk memastikan alur produksi hingga pemasaran berjalan.

Menurut dia, salah satu yang harus didorong yakni fungsi Tarumartani untuk pangan dari hulu ke hilir terlebih dari segi penyertaan modal, perusahaan yang dikenal sebagai penghasil cerutu ekspor ini memiliki cukup dana.

“Saat ini fungsi penjaga ketahanan pangan yang diemban Tarumartani ini masih sebatas tempat penitipan saja. Sayang sekali dengan sumber daya yang mereka miliki seharusnya bisa diberi kewenangan dari hulu ke hilir, karena ini kan BUMD jadi punya misi untuk menyejahterakan masyarakat tentu saja, bukan hanya cari untung,” ungkap Nurcholis.

 

Disebutkan Nurcholis, Tarumartani memiliki klausul aturan perdagangan umum yang bisa dimaksimalkan untuk pengaturan distribusi pangan di DIY. “Kalau bisa kami ingin Tarumartani ini jadi Bulognya DIY, bersinergi namun tidak tumpang tindih kegiatannya dengan instansi yang sudah ada,” imbuhnya.

Selama kunjungan kerja Komisi B, Nurcholis mencatat fakta pangan dari DIY justru dibawa keluar daerah sebelum akhirnya kembali. Ini yang membuat harga-harga pangan menjadi melambung karena mahalnya ongkos distribusi.

“Ikan dari Sadeng jalan-jalan dulu piknik ke Semarang baru dibeli lagi dan dijual ke Jogja. Begitu pula beras atau cabai dari DIY, jalan-jalan dulu dan akhirnya yang diuntungkan distributornya saja, masyarakat beli mahal, petani dibeli murah,” ungkapnya lagi.

(Cak/San)

Tags: ,
Categorised in:

Comment Closed: PD. Tarumartani Siap Kelola Pangan DIY dari Hulu ke Hilir

Sorry, comment are closed for this post.