Menu Click to open Menus
Home » Gaya Hidup » Lika-Liku Influencer, Modal Unik Saja Tak Akan Cukup

Lika-Liku Influencer, Modal Unik Saja Tak Akan Cukup

Influencer Arifan Drepan

Influencer Arifan Drepan

BERITANET.ID : Di era serba digital ini, keberadaan influencer kian eksis menjadi bidikan berbagai pihak khususnya pelaku usaha/perusahaan untuk makin mendekati target pasar mereka.

Influencer memang banyak dibutuhkan oleh berbagai bisnis dalam memasarkan atau mempromosikan sebuah barang dan jasa.

Pada dasarnya influencer sendiri adalah seseorang yang memiliki followers atau pengikut yang banyak di media sosial.

Contohnya seperti seorang selebritis, selebgram, blogger dan lainnya. Mereka biasanya memiliki pengaruh bagi para pengikutnya tersebut untuk melakukan sesuatu.

“Menjadi influencer tidak mudah. Prosesnya panjang, harus tahan banting. Tapi yang utama, orang harus membekali dirinya dengan sesuatu yang unik dan menarik untuk bisa mempengaruhi orang-orang,” ujar influencer asal Yogyakarta, Arifan Drepan, saat berbincang soal perjalanan hidupnya Rabu 1 Juli 2020

Pria yang saat ini pengikut akun Instagramnya sudah mencapai lebih dari 36 ribu itu mengungkapkan semua orang memang bisa menjadi influencer. Namun sebelum itu, dia harus mampu meng-influence dan mampu mempengaruhi followers-nya.

“Dia juga harus memiliki kategori yang unik agar bisa dikenal orang. Daya tarik influencer adalah kebisaan dia meng-influence sesuatu,” katanya.

Arifan sendiri mengaku di awal perjalanannya pernah hanya dibayar dengan nasi kotak. Namun ia tak menyerah berjuang sampai akhirnya kini untuk sekali posting iklan diakunnya ia bisa dibayar seharga satu unit I-phone terbaru.

“Saat merintis karir saya nggak matok harga, ngalir aja, dinikmati prosesnya,” ujar pria kelahiran Sumatera, Bengkulu itu.

Arifan mengaku lewat personal branding yang terus menerus dan bertahap dibangunnya, kini sudah makin dikenal dan job berdatangan karena ia memiliki pengikut cukup banyak di Instagram.

Arifin pun flashback. Sejak 2015, ia mulai menempuh pendidikan sarjana jurusan Ilmu Komunikasi di salah satu kampus ternama yang ada di Yogyakarta.

“Di Yogya awalnya kuliah. Dari kampung saya memang jiwanya di entertainment. Suka ikut casting-casting gitu,” kata Arifan.

Saat 2015, Arifan mengaku sudah gencar berselancar di media sosial dan kerap membagikan ragam kegiatannya. Kala itu belum ada sebutan influencer, blogger, YouTuber, vlogger dan sejenisnya.
Di sela kegiatan kuliah, Arifan mulai berlatih bekerja sesuai passion yang dimiliki.

Ia kerap mendapat job sebagai master of ceremony (MC) dari kampusnya. Dari rutinitas sampingan ini, Arifan sudah biasa hanya mendapat voucer belanja membayar keringatnya.
” Saat itu mikirnya yang penting cari pengalamannya dulu,” ujar dia.

Influencer Arifan Drepan

 

 

Sejak itu Arifan fokus,mulai mem-branding dirinya sebagai pembawa acara. Dikenal banyak orang dan kerap membagikan aktivitasnya itu lewat akun Instagramnya.

Lambat laun, postingan yang ia bagikan ternyata membuat para warganet kepincut. Sedikit-demi sedikit mereka mem-follow akun Arifan. Dari 1.000 menjadi 5.000 followers, sampai pada 2016 akun Instagramnya menyentuh angka 10 ribu pengikut hingga tembus lebih dari 36 ribu.

“Saya sering membagikan kegiatan keseruan di media sosial. Dari situ saya jadi punya banyak followers. Dari situ juga banyak brand produk masuk, minta saya influence-kan,” ujarnya.

Pada 2017 sampai 2018 namanya sudah mulai dikenal sebagai influencer Yogyakarta bahkan tembus hingga kancah nasional. Bahkan sempat masuk ke dalam nominasi MC ter-funniest di acara komunitas MC Indonesia pada tahun 2019.

Tak kalah penting adalah materi atau konten yang disajikan. Sebab seseorang bisa terkenal juga karena konten. “Influencer harus kuat secara konten. Kreativitas itu bagaimanapun modal terpenting,” ujarnya.

(Cak/San)

Tags: , ,
Categorised in:

Comment Closed: Lika-Liku Influencer, Modal Unik Saja Tak Akan Cukup

Sorry, comment are closed for this post.