Menu Click to open Menus
Home » Otomotif » Lampu Motor Menyala Siang Hari Diharapkan Tak Jadi Perdebatan Lagi

Lampu Motor Menyala Siang Hari Diharapkan Tak Jadi Perdebatan Lagi

Kombes Pol Arman Achdiat (istimewa)

Kombes Pol Arman Achdiat (istimewa)

BERITANET.ID  : Polemik soal
kewajiban pengendara sepeda motor untuk menyalakan lampu pada siang hari yang berujung gugatan pada UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) akhirnya mencapai fase akhir.

Permohonan uji materi atas UU itu sebelummya diajukan dua mahasiswa Fakultas Hukum (FH), Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta yang terkena kena tilang karena tidak menyalakan lampu. Penggugat menilai kewajiban menyalakan lampu utama motor dinilai tidak beralasan menurut hukum.

Namun Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan menolak permohonan uji materi UU No 22 itu saat sidang yang dilakukan pada Jumat (25/6/2020).

Ketua MK, Anwar Usman saat itu membacakan putusan sidang yang menolak secara keseluruhan permohonan pergantian frasa ‘siang hari’ menjadi ‘sepanjang hari’ agar memberikan kepastian hukum kapan waktu menyalakan lampu depan kendaraan bermotor bersifat ambigu.

Dengan putusan MK itu, maka seluruhnya sudah menjadi keputusan final dan mengikat.

”Kami harap kewajiban menyalakan lampu siang hari bagi pengendara sepeda motor tidak perlu diperdebatkan lagi,” ujar Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Arman Achdiat, dalam keterangannya Senin (29/6/2020).

Arman menilai atas keputusan MK itu keberadaan UU itu ketentuannya makin kuat dan jelas bahwa pengendara sepeda motor wajib menyalakan lampu kendaraan.

“Keputusan MK sudah dibacakan pekan lalu. Putusannya bisa diunduh dalam waktu dekat ,” ungkap Arman Achdiat.

Pertimbangan MK menolak gugatan tersebut karena makna ‘siang hari’ harus dilekatkan dengan keadaan pada saat hari terang. Mahkamah menilai bahwa tidak diperlukan pembagian pagi-siang-petang atau sore untuk memaknai dua pasal tersebut.

Sementara itu, kewajiban pengendara sepeda motor harus menyalakan lampu utama pada siang hari agar dapat diantisipasi oleh pengendara lain untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Jika pagi dan petang dimaknai tidak termasuk dalam siang hari yang dimaksud oleh Pasal 107 Ayat (2) UU LLAJ dan kendaraan sepeda motor belum/tidak diwajibkan menyalakan lampu utama, kecelakaan akibat gagal mengantisipasi adanya sepeda motor akan sering terjadi pada pagi dan petang,” kata Arman, mengutip amar putusan Hakim MK.

Arman mengatakan, sebagai aparat penegak hukum, jajaran lalu lintas Polda Jateng tentu akan melaksanakan perintah undang-undang sebaik-baiknya. Dasar pertimbangannya pun jelas, supaya kecelakaan di jalan bisa diminimalisasikan.

Jajaran Ditlantas Polda Jateng berharap bisa mewujudkan lalu lintas yang aman, nyaman dan selamat serta sehat di wilayah hukum Polda Jateng. Sehat juga perlu ditekankan, bukan saja karena wabah COVID-19, tetapi sepanjang waktu diharapkan tidak terjadi penularan penyakit saat warga berada di jalan.

Arman mengatakan,  bunyi Pasal 293 ayat (2) UU LLAJ, setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100.000.

”Semua aturan dibuat untuk keselamatan bersama,” ujar Arman. (Red)

Categorised in:

Comment Closed: Lampu Motor Menyala Siang Hari Diharapkan Tak Jadi Perdebatan Lagi

Sorry, comment are closed for this post.