Corona, Kelompok Difabel Yogya Sumbang 1000 Masker

 

BERITANET.ID : Pandemi Corona yang terus bertambah kasusnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak Maret hingga Mei 2020 ini menggerakkan berbagai kalangan untuk berkontribusi membantu penanganan.

Seperti yang dilakukan kelompok wirausaha penyandang disabilitas yang terhimpun dalam Koperasi Simpan Pinjam Bangun Akses Kemandirian atau KSP BANK Difabel Rabu 6 Mei 2020.

Mengendarai sepeda motor khusus yang sudah dimodifikasi untuk operasionalnya, perwakilan kelompok wirausaha difabel yang berbasis di Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY itu mendatangi Komplek Kantor Gubernur Kepatihan Yogya.

Mereka menyerahkan 1.000 masker kain dan 50 baju (coverall) alat pelindung diri (APD) yang mereka produksi kepada Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Paku Alam X.

“Di sela mengerjakan pesanan APD berbagai pihak, kami berinisiatif membuat baju dan masker khusus untuk disumbangkan kepada gugus tugas Covid-19 DIY,” ujar Ketua KSP BANK Difabel, Kuni Fatonah.

Kuni menuturkan sejak wabah Corona menyeruak di Yogya, koperasi itu memang langsung bergerak menginventarisir apa yang bisa dilakukan.

Terlebih pandemi juga membuat penghasilan rutin para anggota koperasi itu terdampak.

Kuni menceritakan, sebelum Covid-19 melanda, anggota koperasi itu ada yang bekerja sebagai perajin, pedagang, dan wirausaha lain. Namun setelah wabah melanda dan perekonomian melambat, para anggota itu ikut kehilangan pencaharian.

Koperasi kemudian bersepakat, mulai memproduksi APD untuk dijual dan disumbangkan. Inventarisir mulai dilakukan.

Dari total 65 orang anggota koperasi itu, diketahui ada sebanyak 15 orang memiliki kemampuan untuk menjalankan produksi baju APD dan masker.

Dari situ, dibuat manajemen produksi sesuai kemampuan anggota. Mulai dari bagian pemotongan hingga menjahit dilakukan orang berbeda.

“Ada manajemen yang mengatur semuanya, sehingga kami memiliki target. Jadi dalam seminggu ke depan harus menyelesaikan berapa banyak,” ujar Kuni. Misalnya dalam dua pekan bisa menyelesaikan 800 pieces APD.

Produksi APD dan masker itu sendiri sudah dilakukan sejak akhir Maret lalu. Sebagian proses produksi APD didampingi Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Menurut Kuni awalnya memang tak mudah untuk bergerak memproduksi APD itu. Kesulitan yang menghadang antara lain akses mendapatkan bahan baku. Bahan baku harus dipesan jauh hari jika tak ingin jatuh ke pihak lain yang memiliki usaha serupa.

“Kami bergerak mencari bahan baku itu ke berbagai lokasi lalu memesannya lebih dulu agar tak dipesan orang,” ujarnya .

Untuk APD yang produksinya diperuntukkan bagi petugas medis dan pihak yang langsung menangani Covid-19, bahan baku yang dicari pun disesuaikan standar kebutuhan.

Produksi APD ini memang keuntungannya tak seberapa. Namun setidaknya bisa menjadi penyambung kegiatan dan pemasukan di masa pandemi. Upah untuk pembuatan APD berkisar Rp 25 ribu untuk setiap setnya.

Selain diberikan langsung melalui Gugus Covid-19 DIY, sebagian APD produksi koperasi itu selama ini juga didistribusikan ke berbagai rumah sakit. Sebagian lain dijual di hingga luar DIY.

Hasil produksi itu ada pula yang kontinyu dibagikan cuma cuma ke pedagang pasar tradisional di Yogya. Yang belum banyak memiliki dan memakai masker saat beraktivitas.

Kuni menuturkan di masa wabah ini, siapapun bisa menjadi korban terdampak. Tak terkecuali penyandang disabilitas.

Sembari bergerak, Kuni menuturkan pihaknya juga terus menyerukan dan mengajak semua elemen berkontribusi sesuai potensi masing-masing dalam memerangi wabah.

“Dengan ditangani bersama, kami berharap penyebaran Covid-19 makin bisa terkendali dan kondisi normal lagi. Sehingag kami juga bisa berkarya seperti semula,” ujarnya.

Pendamping KSP Bank Difabel Bangun Akses Kemandirian Ahmad Ma’ruf menuturkan, sejumlah bahan baku APD yang diproduksi sebagian berasal dari kain perca.

“Namun untuk APD yang kami sumbangkan ke gugus tugas DIY sudah kami pilah sendiri sesuai kebutuhannya di lapangan,” ujarnya.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Paku Alam X yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur DIY mengapresiasi adanya bantuan dari kelompok wirausaha difabel itu.

“Komunitas penyandang disabilitas juga menjadi elemen penting dalam upaya mengedukasi ke masyarakat khususnya soal penanganan dan pencegahan Covid-19,” ujar Paku Alam.