Musibah Susur Sungai, Sultan HB X : Tak Perlu Trauma Desa Wisata

Yogyakarta: Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap kasus kecelakaan susur sungai terjadi di Sungai Sempor Turi Sleman akhir pekan lalu tak ditanggapi berlebihan atau menimbulkan stigma miring pada geliat kawasan wisata di Kabupaten Sleman.

Sultan menuturkan insiden yang terjadi di Sungai Sempor Turi bukan kesalahan obyek wisatanya. Melainkan murni karena kelalaian sumber daya manusianya. Yang telah mengabaikan standar prosedur keselamatan.

“Masyarakat sekitar desa kan sudah mengingatkan agar tidak dilakukan susur sungai karena hujan. Tapi tetap dilakukan, itu berarti tidak menjaga keselamatan,” ujar Sultan Senin 24 Februari 2020.

Sultan menuturkan, di manapun, termasuk objek wisata, saat musim hujan jelas akan rawan jika melakukan aktivitas di dekat sungai.

Para pemangku kepentingan seperti
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ujar Sultan, juga sudah mengingatkan tanpa kecuali pengelola kawasan wisata agar berhati hati saat musim penghujan.

Jadi, ujar Sultan, dari kasus susur sungai Sempor itu tak perlu sampai harus ada kebijakan khusus. Misalnya sampai harus ditutup sementara dan dihindari karena khawatir berlebihan ada kejadian terulang.

“Nggak perlu (obyek wisata sampai dibatasi). Yang terpenting kalau musim hujan begini ya jangan berada di pinggir sungai,”ujar Sultan.

Adapun Bupati Sleman Sri Purnomo sebelumnya menuturkan pasca kejadian insiden susur sungai itu, yang lebih perlu dibenahi lebih soal prosedur. Bagaimana agar obyek obyek yang punya potensi alam seperti outbond, susur sungai juga desa wisata bisa memberikan layanan keamanan makin memadai.

Sungai Sempor sendiri merupakan salah satu bagian kecil dari kawasan wisata asri Dusun Dukuh Desa Donokerto Kecamatan Turi atau sekitar 12 Km arah utara pusat kota Yogyakarta.

Kondisi lingkungannya masih terasa kental dengan suasana pedesaan dengan didukung oleh kehidupan masyarakat yang harmonis. Sebagian besar masyarakat Dukuh bertani dan berkebun.

Perjalanan menuju sungai ini, wisatawan disuguhi pemandangan tanah tanah pekarangan yang dipenuhi hijaunya daun salak yang tertata rapi dan bersih. Sedang di kejauhan jika cuaca cerah tampak Gunung Merapi nan gagah.

(Daniek Syazda)