Menu Click to open Menus
Home » Otomotif » Pendapatan Pajak Kendaraan Loss 5 % Per Tahun

Pendapatan Pajak Kendaraan Loss 5 % Per Tahun

Yogyakarta : Pajak kendaraan bermotor menyumbang 80 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) DIY. Selama ini PAD dari pajak kendaraan belum optimal dikarenakan ada penunggakan, menyebabkan loss (hilangnya potensi pendapatan) sekitar 4-5 persen setiap tahunnya.
“Kita harus optimalisasi potensi pendapatan dari pajak kendaraan bermotor di lima kabupaten/kota. Itu perlu dievaluasi kembali, karena saya melihat tren pendapatan dari tahun ke tahun tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan bermotor,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY RB Dwi Wahyu B SPd Msi, saat memimpin penijauan lapangan ke Samsat Bantul, Jumat (31/1).
Menurut Kepala Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) DIY di Kabupaten Bantul, E Rully Marsianti SH MEcDev, jumlah kendaraan bermotor di Bantul terus meningkat. Pada 2019 mencapai 404.885 unit roda dua dan 71.060 unit roda empat, naik dari 383.937 unit roda dua dan 65.673 unit roda empat pada 2018.
“Realisasi PAD dari pajak kendaraan bermotor di Bantul Rp 185 miliar pada 2019, melampaui target Rp 185 miliar. Untuk tahun 2020 kami menargetkan pendapatan Rp 201 miliar,” kata Rully.
Rully menuturkan, optimalisasi pendapatan terkendala penunggakan yang tiap tahun terdata sekitar 15.000 unit atau 4-5 persen. Untuk penanganan tunggakan, pihaknya mengintensifkan penagihan sampai ke rumah wajib pajak (door to door). “Upaya ini cukup berhasil, kami bisa memulihkan pendapatan sekitar Rp 3 miliar dalam satu tahun,” ujarnya.
Diungkapkan Rully, faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan penagihan antara lain karena kendaraan sudah ditarik dealer, kendaraan hilang atau rusak, dan ada wajib pajak yang alamatnya tidak jelas. “Kendaraan rusak atau hilang yang tidak dilaporkan ini jadi data sampah karena menumpuk banyak. Kami akan data ulang,” ujarnya.
Dwi menyebut bahwa pendapatan pajak kendaraan masih ‘njomplang’ jika dibandingkan pertumbuhan kendaraan yang ada. “Pertumbuhan kendaraan bermotor lebih dari 20.000 unit tiap bulan, itu di Bantul saja. Mestinya pendapatan pajaknya bisa lebih optimal dari yang sekarang,” katanya.
Terkait penunggakan pajak kendaraan, Dwi menegaskan perlunya inventarisasi dan diikuti penindakan tegas. “Kita akan inventarisasi lagi sebetulnya berapa angka kendaraan yang menunggak, dan di tahun berapa. Kalau kendaraannya tua sekali, saya sarankan dihapuskan saja supaya kita tidak tertanggung terus. Meskipun perlu ada kajian kelayakan kendaraan mana yang harus dihapus dan mana yang diperpanjang,” urainya.
“Setelah tedapat data (penunggak pajak) valid, kan ada SOP (standard operating procedure) untuk menanganinya. Seharusnya Samsat melimpahkan data tersebut kepada pihak yang punya kewenangan untuk menindaknya,” imbuh Dwi. (Wit)

Tags: , ,
Categorised in:

Comment Closed: Pendapatan Pajak Kendaraan Loss 5 % Per Tahun

Sorry, comment are closed for this post.