Tiga Peraga Unik Di Taman Pintar

Yogyakarta : Momen libur tahun baru ini masih memberikan berkah besar bagi sejumlah obyek wisata di Kota Yogyakarta.

Yang menjadi primadona kunjungan wisatawan momen liburan tahun baru ini masih dipegang wahana rekreasi Taman Pintar dan Kebun Binatang Gembira Loka.

Kepala Taman Pintar Afia Rosdiana menuturkan kunjungan wisatawan ke Taman Pintar pada momen libur tahun baru ini ada kenaikan signifikan dibanding momen liburan biasa seperti akhir pekan.

“Pada saat peak season tahun baru ini, pengunjung bisa mencapai angka 12 ribu sehari, kalau rata-rata per hari selama libur Natal dan Tahun Baru ada 7 ribu pengunjung,” ujar Afia Kamis 2 Januari 2020.  

Walau momen pergantian tahun sudah berlalu, awal pekan tahun 2020 ini wahana dengan berbagai wahana edukasi itu masih dijejali wisatawan. “Pas tanggal 1 Januari 2020, ada lebih dari 6 ribu pengunjung datang,” ujarnya.

Afi menuturkan momen liburan ini, Taman Pintar melaunching tiga alat peraga baru dengan basis teknologi AR atau Argumented Reality.

Tiga alat peraga berbasis AR itu didisplay di Gedung Oval dan Kotak Taman pintar sejak Desember 2019 lalu. Ketiga alat tersebut adalah AR Sand Box, Digital Aquarium dan Anatomy Smart Table. Semua alat peraga ini  tidak hanya atraktif, interaktif, tetapi juga bermuatan edukasi yang kental.

AR atau Augemented Reality sendiri  merupakan teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan yang nyata kemudian memunculkannya atau memproyeksikannya secara real time.

AR dapat digunakan untuk membantu memvisualisasikan konsep abstrak untuk pemahaman dan struktur suatu model objek.

AR Sand Box merupakan media berbasis AR yang dirancang untuk menjelaskan konsep tipologi tanah secara riil. Dengan teknologi Kinect sensor, pengunjung dapat bermain dengan menggerakkan pasir, warna pasir akan berubah sesuai tipologi atau ketinggian pasir. Misalnya, warna biru tua menggambarkan laut dalam, warna biru muda menggambarkan laut, hijau dan kuning menggambarkan dataran rendah, dan seterusnya.

Berbeda dengan AR Sand Box, Digital Aquarium mengandalkan interaktif proyektor untuk memberikan gambaran riil dunia bawah laut . Tidak kurang dari 20 satwa bawah laut akan bermain di sebuah aquarium digital. Pengunjung dapat berinteraksi dengan ikan dan mengetahui informasi tentang ikan tersebut hanya dengan menyentuhnya.

Nah, bagi yang pengunjung yang tertarik dengan dunia kedokteran, Anatomy Smart Table disajikan untuk memberikan pengalaman membedah tubuh manusia sesungguhnya. Media ini benar benar menyerupai meja operasi, berisikan model anatomi manusia dari kulit luar  sampai organ-organ di dalamnya.  Dengan teknologi 10-point touch overlay meja ini dapat dipakai beramai-ramai, sehingga pengunjung bisa berinteraksi satu sama lain. Alat ini dilengkapi banyak pilihan, misalnya dapat diganti sesuai jenis kelamin manusia, melihat organ tubuh yang diinginkan, melihat system tubuh, otot, dan rangka manusia.

Hadirnya ketiga alat peraga tersebut semakin memperkuat eksistensi Taman Pintar sebagai destinasi wisata edukasi yang senantiasa mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, terutama dari konten alat peraga yang ditampilkan.

“Lebih dari 70 persen pengunjung Taman Pintar adalah pelajar dari seluruh Indonesia. Kami ingin generasi masa kini memiliki tingkat penguasaan IPTEK  makin baik lewat alat peraga yang ditampilkan,” ujarnya. (Zah)