Menu Click to open Menus
Home » News » Trans Jogja Tewaskan Warga, Operator Langsung Hadap Sultan

Trans Jogja Tewaskan Warga, Operator Langsung Hadap Sultan

YOGYAKARTA: Pengelola bus Trans Jogja, PT Anindya Mitra International (AMI) pada Jumat sore (29/11) langsung menghadap Gubernur DIY Sri Sultan HB X pasca kasus kecelakaan maut di simpang empat UPN, Sleman, Rabu (27/11) lalu.

Seorang pelajar tewas dalam kecelakaan bus yang dikemudikan sang sopir, Arif Himawan Suryadi (32), yang kini statusnua telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh polisi.

“Ya atas kasus itu kami mendapatkan perintah dari Ngarso Dalem (Sri Sultan HB X) untuk mengevaluasi Trans Jogja,” ujar Direktur Utama PT Anindya Mitra International (AMI), Dyah Puspitasari kepada wartawan di kantor Gubernur DIY di kompleks Kepatihan, Jumat (29/11/2019).

Dyah menyampaikan bahwa Sultan memerintahkan jajaran manajemen PT AMI mengevaluasi bagaimana operasional bus Trans Jogja.

Dyah mengatakan bahwa pihak manajemen PT AMI bertekad mengevaluasi secara menyeluruh kejadian yang merenggut nyawa manusia itu. Pihaknya akan melakukan pembenahan agar bus Trans Jogja tidak terlibat kecelakaan di jalan raya lagi.

“Kami evaluasi itu, bukan hanya dilakukan secara internal di PT AMI, tetapi akan duduk bersama. Ini persoalan bersama,” tuturnya.

Supir yang menabrak itu tak hanya menjadi tersangka, tapi dipastikan Dyah juga dipecat oleh PT AMI selaku pengelola bus Trans Jogja. Sebab Arif telah memberikan keterangan palsu dalam kasus kecelakaan maut yang melibatkannya itu.

Sultan kepada wartawan di DPRD DIY Kamis (28/11) menyesalkan kasus kecelakaan itu. Ia pun memerintahkan jajaran direksi bus Trans Jogja melakukan evaluasi.

“Otomatis direksi harus melakukan evaluasi,” katanya.

Arif menerobos lampu APILL simpang 4 UPN Yogyakarta, dan menabrak motor yang dikemudikan Aji Pradana (18) yang tengah melaju dari arah barat. Aji meninggal akibat kejadian itu.

Hasil pemeriksaan polisi sebelumnya menyebutkan bahwa sang supir Arif melanggar lampu merah.

“Mendekat simpang 4 UPN, lampu traffic menyala merah, namun bus tetap melaju,” ujar Kasat Lantas Polres Sleman, AKP Mega Tetuko.

“Kemudian, karena lampu (apill) menyala hijau, motor melaju dari arah utara melaju ke selatan. Karena jarak kedua kendaraan sudah dekat maka terjadi benturan antara bus dan motor itu,” kata Mega.

Korban AP mengalami luka parah di bagian kepala akibat benturan itu. Pelajar yang nahas itu langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.”Sampai rumah sakit korban ternyata sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Sekda Pemda DIY, Kadarmato Baskara Aji menyatakan evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh baik kepada manajemen dan pelayanan.
“Saya mohon evaluasi dilakukan secara menyeluruh bukan hanya manajemen saja tapi juga personil juru mudi,” ujar Aji. 

Aji juga meminta evaluasi dilakukan mulai rekrutmen pegawai Trans Jogja.  ” Saya sebelum ini juga sudah mendengar banyak keluhan dan harus segera ditindaklanjuti.”

ATX

Tags: ,
Categorised in:

Comment Closed: Trans Jogja Tewaskan Warga, Operator Langsung Hadap Sultan

Sorry, comment are closed for this post.